Berita

Survei Jokowi-Prabowo di Sulsel Sama Kuat, Pengamat: Ini Bisa Bikin TKN Panik

Oleh Jihan Nadia pada hari Minggu, 23 Des 2018 - 17:30:11 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

821_capres_3.jpg.jpg

Prabowo Vs Jokowi (Sumber foto : Ist)

JAKARTA(TEROPONGSENAYAN) --Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) buka-bukaan soal survei internalnya di Sulawasi Selatan (Sulsel). Hasilnya, saat ini pasangan nomor urut 01 itu sama kuat dengan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yakni sama-sama 47 persen.

Pengamat politik sekaligus analisis komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai langkah Jokowi yang blak-blakan tersebut tidak biasa. Sebab, langkah Jokowi itu sama saja membuka kelemahan mesin timses dan relawannya di Tanah Sulawesi.

Dia juga menyebut, pernyataan Jokowi itu sekaligus menggambarkan bahwa kurang rapatnya barisan Jokowi-Ma'ruf Amin, khususnya di Sulawesi jelang kontestasi Pilpres 2019.

"Tumben Jokowi berbicara tentang kelemahannya secara to the point, kalau sengaja tujuannya mungkin untuk merapatkan barisan relawan yang ada disana," kata Hendri saat dihubungi TeropongSenayan, di Jakarta, Minggu (23/12/2018).

Hendri menganggap, pengakuan yang diucapkan Jokowi dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Kampanye Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, di hotel Clarron Makassar, Sabtu (21/12/2018), tersebut terjadi secara spontan. 

Namun, lanjutnya, tanpa disadari langkah Jokowi itu justru membuka peluang untuk kubu penantang Prabowo-Sandi.

"Kalau memang keceplosan pastinya ini bisa bikin panik TKN (Tim Kampanye Nasional) yang berkonsentrasi di Sulawesi Selatan, dan hal ini bisa saja diambil positif oleh kubu Prabowo-Sandi untuk jadi penyemangat," terang Hendri.

Hendri menambahkan, merosotnya elektabilitas Jokowi-Ma'ruf itu bersifat internal sehingga tak perlu disampaikan ke publik.

Menurut dia, mestinya data yang bersifat Internal tidak perlu dipublikasikan, yang justru memberi peluang kepada tim yang berlawanan.

"Jadi, Pak Jokowi sebaiknya kalau ngomong hal yang kayak gini di internal aja, sehingga kubu yang berlawanan tidak mendapat keuntungan," Hendri mengingatkan.

Diketahui, sebelumnya Jokowi meminta pendukungnya di Sulawesi Selatan (Sulsel) bekerja keras. Dia mematok kemenangan 75 persen pada Pilpres 2019.

“Perlu saya ingatkan bahwa di tahun 2014, Sulawesi Selatan kita menangkan dengan angka 71,3 persen, tapi saya harus ‘ngomong’ apa adanya, saat ini survei terakhir posisinya sama. Posisnya 47-47 (persen), sama, tapi saya tahu ini bapak ibu dan saudara semua belum bergerak,” kata Jokowi dalam rapat koordinasi daerah (Rakorda) Tim Kampanye Daerah provinsi Sulawesi Selatan, di hotel Clarron Makassar, Sabtu (21/12/2018) kemarin.

Jokowi kemudian bertanya kepada Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Sulsel sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) DPP Partai Golkar, Syamsul Bachri mengenai terget suara di provinsi tersebut.

“Pak Syamsul Bachri targetnya berapa sih di sini? Pak Ketua menyampaikan ini, kita dengarkan bersama ya, ini yang ‘ngomong’ Pak Ketua, 75 persen, saya catat, tapi kalau melihat hasil di 2014, itu bukan sesuatu yang tinggi, tinggi banget. Ini sesuatu yang wajar tapi perlu kerja keras kita,” pinta Jokowi.

Mantan walikota Solo ini menilai bahwa target tersebut adalah hal yang wajar karena pada 2014, Jokowi-Jusuf Kalla mendapat suara 71,3 persen.

“Pasti saya yakin akan melebihi 71,3 persen, saya yakin, tapi sekali lagi sekarang ini dunia sudah berubah politik global, ekonomi global berubah,” ungkap Jokowi.

Jokowi mengungkapkan pada 2016 ia sempat bertemu dengan PM Inggris saat itu David Cameron dan bicara mengenai kemungkinan Inggris keluar dari Uni Eropa yang lazim disebut British Exit atau Brexit.

“Tiga minggu sebelum referendum Brexit saya bertemu dengan PM Inggris, David Cameron, Pak Cameron referendum Brexit bagaimana kira-kira? Dia jawab ‘Presiden Jokowi pasti kita menang besar, dia yakin menang, tapi apa yang terjadi? Saat referendum, David Cameron kalah, hati-hati perubahan politik global,” kata Jokowi.

Referendum Brexit yang diadakan pada Kamis 23 Juni 2016. Referendum itu diikuti 30 juta pemilih, dengan hasil 51,9 persen memilih untuk keluar dari Uni Eropa dan 48,1 persen memilih untuk tetap tergabung dengan Uni Eropa.

“Kita tahu Hillary Clinton dan Donald Trump, semua survei memberikan angka Hillary menang, saya sudah tebak sejak Brexit bahwa Trump menang dan benar Donal Trum menang, yang ingin saya gari bawahi adalah hati-hati bekerja dalam politik sekarang karena perubahan-perubahan yang tidak kita duga terjadi sangat cepat,” ungkap Jokowi.

Perubahan itu terjadi karena isu-isu yang dikembangkan lalu menyebabkan seseorang dapat jatuh karena isunya tepat.

“Oleh sebab itu pada ksempatan ini saya ingin titip betul, jangan sampai militansi kita kendor, jangan sampai kerja kita tinggal 3 bulan kendor gara-gara kita meyakini angka yang kita peroleh sudah tinggi dan gap-nya sudah lebar, hati-hati jangan sampai ada yang berpikiran seperti itu,” tegas Jokowi.

Pilpres 2019 diikuti dua pasangan capres, yaitu nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

Dalam kesempatan ini, hadir juga Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, dan Ketua DPD Partai Golkar Sulsel, Nurdin Halid. (Alf)

tag: #jokowimaruf-amin  #pilpres-2019  #prabowosandiaga  

Bagikan Berita ini :

Kemendagri RI
advertisement