Bisnis
Oleh Ahmad Syaikh pada hari Rabu, 26 Des 2018 - 16:02:41 WIB
Bagikan Berita ini :

Anak Usaha RNI Ini IPO Tahun Depan

5Lahan tebu.jpg.jpg
Petani tebu (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – PT Pabrik Gula Rajawali I, anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) tengah bersiap mencatatkan saham perdananya (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BE) tahun depan.

Menurut Direktur Utama RNI, B Didik Prasetyo, saat ini pihaknya tengah meminta izin kepada Kementerian BUMN untuk IPO PT Pabrik Gula Rajawali I.

"Jika diizinkan oleh Kementerian BUMN, kami harap IPO dapat dilaksanakan pada semester II 2019," katanya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (26/12/2018) .

Selain itu, manajemen Pabrik Gula Rajawali I diklaim Didik juga sedang mempersiapkan untuk menunjuk penjamin pelaksana emisi efek dan profesi penunjang lainnya dalam pelaksanaan IPO.

Dengan aksi korporasi ini, PT Gula Rawajali I diperkirakan akan memperoleh dana segar senilai Rp500 miliar.

Ketika ditanya mengenai dana IPO, Didik mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan produk hilirisasi tebu, seperti bioetanol dan arang ampas tebu.

"Jadi ke depannya kami juga akan mengembangkan produk turunan lainnya," tegasnya.

Perlu diketahui, PT Gula Rajawali I adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri gula pasir yang memiliki luas lahan sekitar 25.000-30.000 hektare. (ahm)

tag: #bumn  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...