Berita
Oleh Jihan Nadia pada hari Kamis, 17 Jan 2019 - 16:21:51 WIB
Bagikan Berita ini :

Jelang Pilpres 2019, Kemendagri Lakukan Perekaman Serentak di Seluruh Lapas Indonesia

20image2.jpeg.jpeg
Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkumham Yasonna Laoly, Ketua KPU Arief Budiman dan Ketua Ombudsman Amzulian Rifai saat memantau perekaman KTP-el serentak di seluruh Indonesia, di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Cipinang Jakarta, Kamis (17/1/2019). (Sumber foto : TeropongSenayan.dok)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) –Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menghadiri acara perekaman KTP-el serentak di seluruh Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Cipinang Jakarta, kamis (17/1/2019).

Perekaman KTP-el ini dilaksanakan serentak di 522 Lapas/Rutan se-Indonesia sebagai bentuk optimalisasi percepatan perekaman KTP-el bagi warga binaan, yang akan diselenggarakan selama 3 hari, mulai tanggal 17 sampai dengan 19 Januari 2019. Langkah ini sebagai bagian penting dalam keseriusan Pemerintah menyukseskan Pemilu Serentak 2019 di Lapas dan Rutan di seluruh Tanah Air.

Berdasarkan data Ditjen Pemasyarakatan, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang kini terdata sebanyak 79.763 orang atau 31% dari total 245.694 warga binaan, sedangkan 69% lainnya belum terdata karena belum memiliki NIK atau melakukan perekaman KTP-el.

Tjahjo dalam sambutannya menuturkan, Pemerintah selalu mengawal hak pilih masyarakat sebagai hak konstitusional warga negara. Ia menilai kunci keberhasilan Pemilu Serentak 2019 adalah partisipasi masyarakat harus maksimal.

"Kunci keberhasilan Pemilu Serentak 2019 adalah partisipasi masyarakat, dan terwujudnya hak konstitusional masyarakat" tutur Tjahjo.

Dalam kesempatan yang sama, Menkumham Yasonna Laoly menuturkan, bahwa hak politik masyarakat harus dilengkapi dan dimaksimalkan sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam sistem demokrasi Negara Indonesia dan Hak Asasi Manusia, begitu juga untuk warga binaan lembaga pemasyarakatan.

"Saya perintahkan untuk memaksimalkan hak politik masyarakat dan betul-betul dilengkapi. Mereka yang di dalam hidupnya susak, kemerdekaannya kita rampas, maka hak politiknya tidak boleh kita halangi" ujar Yasonna Laoly.

Lebih lanjut, Dirjen Dukcapil Kemendagri,Zudan Ariefmenambahkan, bahwa pelaksanaan pendataan warga binaan dilakukan dalam 3 (tiga) kategori, yaitu warga yang memiliki KTP, warga yang memiliki NIK namun tidak memiliki KTP atau yang lupa NIK, dan kategori terakhir, yaitu warga binaan yang mengaku dirinya belum terdata.

Selain itu, pendataan yang dilakukan menurutnya juga tidak akan merubah alamat asal warga binaan.

"Perekaman tidak bermaksud memindahkan alamat warga binaan, alamat akan tetap sesuai domisili sebelum menjadi warga binaan," jelasnya.

Diketahui, selain kegiatan perekaman juga dilanjutkan dengan video conference langsung dengan beberapa lapas/rutan yang juga melaksanakan perekaman KTP-el, dengan disaksikan langsung olehKetua KPU Arief Budiman dan Ketua Ombudsman Amzulian Rifai. (Alf)

tag: #mendagri  #tjahjokumolo  #ektp  #menkumham-yasonna-laoly  #kpu  #pilpres-2019  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

BMKG Prediksi Jakarta Akan Diguyur Hujan Siang Hingga Malam

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 21 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian Jakarta akan diguyur hujan sejak Senin siang hingga malam hari ini. BMKG memprediksi hujan ...
Berita

Klarifikasi Nadiem Soal Penghapusan Mapel Sejarah Masih Butuh Transparansi Kurikulum

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memastikan pihaknya tak akan menghapus mata pelajaran (mapel) Sejarah dari kurikulum Nasional menyusul ...