Opini
Oleh Djadjang Nurjaman (Pengamat Media dan Ruang Publik) pada hari Kamis, 24 Jan 2019 - 17:04:27 WIB
Bagikan Berita ini :

Membandingkan Sandi Effect VS Ma'ruf Amin Effect

23jokowi.jpg.jpg
Jokowi-Ma'ruf Amin Vs Prabowo-Sandiaga Uno (Sumber foto : Ist)

KPU baru saja mengumumkan, Cawapres Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno tak harus hadir dalam debat kedua yang akan digelar 17 Februari 2019.

Debat akan membahas isu sumber daya alam, energi dan pangan, lingkungan hidup, serta infrastruktur. Yang tampil hanya Capres Jokowi dengan Prabowo.

Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan kedua Cawapres tidak akan diundang. "Cawapres dari kedua pasangan tidak datang boleh, mau datang juga boleh,” ujarnya.

Kubu Prabowo sudah memastikan Sandiaga Uno akan hadir memberi dukungan. Sementara Ma’ruf Amin belum ada kepastian hadir atau tidak.

Di media sosial info ini kembali jadi perbincangan seru. Dihubung-hubungkan dengan independensi KPU. Jelang debat pertama pegiat dunia maya mempertanyakan kebijakan KPU yang terkesan sangat berpihak kepada paslon 01.

Yang paling banyak disoroti soal pengiriman kisi-kisi jawaban sepekan sebelum hari H, batalnya pemaparan visi misi, sampai penolakan Rosiana Silalahi, dan Karni Ilyas sebagai moderator oleh paslon 01.

Apa sihpentingnya kehadiran para Cawapres ini? Usai debat pertama,publik, media dalam dan luar negeri menyoroti penampilan kedua Cawapres.

Di kubu paslon 01 sangat terlihat kehadiran Ma’ruf Amin seperti ada dan tiada. Dia hanya diberi kesempatan menjawab sangat pendek oleh Jokowi. Porsinya kurang lebih 86%-14%.

Kompas.com, mencatat Ma'ruf hanya berbicara lima kali, dengan total waktu empat menit dan 16 detik. Sebagai perbandingan, Jokowi berbicara 21 kali denganwaktu bicara 23 menit dan 46 detik.

Media asing aljazeera.com menyoroti tampilan Ma’ruf Amin yanglebih banyak diam, selama hampir dua jam debat. Sementara The Jakarta Post mengutip jawaban pendek Ma’ruf ketika akhirnya mendapat kesempatan bicara.

Jawaban itu jadi lelucon. ”I have nothing to add.”Tidak ada yang perlu saya tambahkan.

Peran yang paling menonjol dari Ma’ruf Amin hanya saat pengambilan undian. Dari 10 kali undian, Ma’ruf mengambil sebanyak 9 kali, Jokowi 1 kali.

Posisinya sangat berbeda dengan paslon 02. Sandiaga Uno diberi porsi cukup banyak menjawab pertanyaan. Kurang lebih 60%-40%. Pengambilan undian dilakukan sama banyak. Prabowo 5 kali, sandiaga 5 kali. Mereka terlihat berbagi peran dan saling mengisi.

Sepanjang masa kampanye, Ma’ruf juga lebih banyak berada di rumah atau rumah sakit karena kakinya terkilir. Majalah Tempo membuat laporan utama dengan cover Jokowi memanggul Ma’ruf. Dia menjadi beban Jokowi.

Secara elktabilitas Tempo menyebut sebagai Cawapres satu setrip. Lembaga Survei Charta Politika menyatakan sumbangan suaranya hanya 0.2%.

Sangat kontras dengan Sandiaga yang aktif dan mobilitasnya sangat tinggi. Bulan ini saja, Sandi mengumumkan sudah menjelajah 1.000 titik di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam setiap kali kunjungannya, dia bisa menemui pendukungnya sampai 10 titik. Jadwal hariannya dimulai sejak pagi hari, hingga larut malam.

Sandi juga berhasil menciptakan eforia, bahkan histeria. Dalam setiap kunjungannya dia disambut para pendukungnya, terutama emak-emak dan milineal.

Banyak wanita yang termehek-mehek, bahkan sampai menangis histeris hanya karena bisa bertemu Sandi.

Hendri Satrio pengamat politik dari Universitas Paramadina menilai, gerakan lincah Sandi membuat elektabilitas Prabowo terdongkrak. Ma’ruf membuat elektabiltas Jokowi stagnan.

Apakah keputusan KPU tidak mengundang Cawapres sebagai bagian strategi paslon 01 menyimpan Ma’ruf Amin? Spekulasi itulah yang kini banyak berkembang.

Semakin banyak Ma’ruf Amin tampil dan bicara, dikhawatirkanmenggerogoti elektabilitas Jokowi. Penampilannya di forum yang mendapat sorotan luas, harus dikurangi. Tapi mosok mau disimpan terus sepanjang masa kampanye?

Jokowi boleh mengklaim tidak punya “beban masa lalu.” Tapi dia punya beban masa depan, yakni Ma’ruf Amin. The End (*)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #jokowimaruf-amin  #pilpres-2019  #prabowosandiaga  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Mahfud, Riwayatmu Kini

Oleh Ilham Bintang
pada hari Rabu, 21 Okt 2020
Menyedihkan menyaksikan penampilan Prof Mahfud MD dalam program Indonesia Lawyers Club ( ILC-TVOne) Selasa (20/10) malam. Menkopolhukam itu, begitu jauh dia berbicara untuk jarak yang begitu dekat: ...
Opini

Tahun Pertama di Periode Kedua: Warna Berbeda Jokowi

Semua harus akui, bahwa tahun 2020 bukanlah tahun yang mudah. Pemerintah harus menghadapi pandemi Covid-19 dilain sisi juga berjibaku dengan ancaman resesi ekonomi. Diperlukan leadership yang jelas ...