Berita
Oleh Alfian Risfil pada hari Selasa, 05 Feb 2019 - 00:47:44 WIB
Bagikan Berita ini :

KAHMI: Tak Ada Deklarasi Dukung Capres di Peringatan Harlah ke-72 HMI

tscom_news_photo_1549302464.jpg
Akbar Tandjung, Hamdan Zoelva dan Sekjen MN KAHMI Manimbang Kahariady saat bertemu di kediaman Akbar Jumat, 1 Fabruari 2019 lalu. (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menegaskan, bahwa kabar yang menyebutkan KAHMI dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) akan mendeklarasikan dukungan kepada calon presiden (capres) tertentu pada Selasa (5/22019) besok, tidak benar.

Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Hamdan Zoelva menyatakan,pada hari itu hanya akan digelar acara peringatan Hari Lahir ke-72 HMI dan dimulainya pembuatan film Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional.

Dia pun menyebut,cara yang akan digelar di kediaman Penasihat KAHMI Akbar Tanjung di Jalan Purnawarman Nomor 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Acara itu merupakan inisiatif Akbar. Dan dipastikanakan dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Bahwa undangan yang kami terima dari Kanda Dr Akbar Tandjung adalah acara untuk peringatan 72 tahun kelahiran HMI, serta dimulainya pembuatan Film Lafran Pane, sebagai Pahlawan Nasional, yang akan dihadiri oleh Bapak Ir Joko Widodo Presiden RI," kata Hamdan dalam siaran persnya, Senin (4/2/2019).

Hamdan menjelaskan, pihaknya juga telah menyampaikan kepada Akbar Tandjung agar tidak ada acara deklarasi dukungan capres saat acara tersebut. Hal itu disampaikan Hamdan saat bersilaturahmi ke kediaman Akbar pada Jumat 1 Februari 2019 kemarin.

Pesan itu disampaikan Hamdan kepada Akbar untuk mengantisipasi agar KAHMI secara organisatoris tidak terseret kepada politik praktis serta untuk menjaga secara konsisten independensi organisasi.

"Beliau sangat memahami dan menyambut baik harapan dari Majelis Nasional KAHMI tersebut. Beliau menegaskan, tidak akan menggunakan institusi baik KAHMI maupun HMI untuk kepentingan politik praktis," tuturnya.

Kalaupun akan dilaksanakan deklarasi dukungan pada capres tertentu, kata dia, Akbar setuju menggunakan nama “Deklarasi Dukungan Sahabat AT untuk Jokowi.

"Dalam pertemuan tersebut juga di sepakati tidak menggunakan kata Dies Natalis HMI, karena Dies Natalis adalah agendanya PB HMI," tuturnya.

Kendati demikian, kata Hamdan, KAHMI menegaskan menghargai sikap dan pilihan politik para alumni HMI yang secara nyata berada di kedua kubu capres-cawapres, bahkan banyak diantaranya aktif menjadi tim sukses.

"Kami mengimbau agar dalam melakukan ikhtiar dan langkah-langka politik, tetaplah berkomitmen menjaga keutuhan dan martabat organisasi KAHMI sebagai wadah bersama bagi seluruh alumni HMI, agar tidak dilibatkan dan diseret pada kepentingan politik praktis," tuturnya.

Hamdan kembali menegaskan kabar yang menyebutkan KAHMI menggelar deklarasi dukungan pada pasangan capres-cawapres tertentu tidak benar. Dia menghimbau kepada seluruh alumni HMI untuk terus mengembangkan tradisi tabayyun dalam menghadapi berbagai isu, berita,informasi yang belum jelas kebenaran dan belum jelas sumbernya.

"Menginstruksikan seluruh pimpinan KAHMI di semua tingkatan (Majelis Wilayah dan Majelis Daerah) agar senantiasa menegakkan disiplin organisasi dan melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan dimanfaatkannya KAHMI sebagai wadah bersama,untuk kepentingan politik, golongan atau kelompok tertentu. Untuk itu diharapkan," tuturnya. (Alf)

tag: #hmi  #kahmi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Tradisi Balon Udara Berbahaya Bagi Penerbangan, Pelanggarnya Bisa Didenda Rp 500 Juta

Oleh Rihad
pada hari Monday, 25 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Tradisi menerbangkan balon udara sangat berbahaya. Jika sampai terbang tak terkendali, balon udara bisa membahayakan penerbangan. Bayangkan, sebuah balon udara berukuran ...
Berita

Cuitan Farid Gaban Buat Teten Masduki Berbuntut Ancaman Somasi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Kerjasama antara Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan situs jual beli online blibli.com berbuah kritikan. Farid Gaban, mantan Wartawan ...