Opini
Oleh Komaruddin Rachmat (Alumni HMI) pada hari Rabu, 06 Feb 2019 - 15:27:09 WIB
Bagikan Berita ini :

Panggilan Sejarah kepada Para Alumni HMI?

tscom_news_photo_1549441629.jpeg
Ilustrasi HMI (Sumber foto : Ist)

TIDAKada masa yang lebih kritis dari era sekarang ini bagi HMI. Rumah tua alumni HMI tempat mereka tumbuh besar dalam pikiran dan karakter itu kini menjelang runtuh, karena terjadi kehancuran moral luar biasa.

Tradisi berpikir, keilmuan dan karakter akademisi di masa-masa yang lalu seperti lenyap begitu saja oleh sapuhan materi dan mungkin juga kemaksiatan.

Sementara itu ada indikasi oknum-oknum alumni HMI bahkan yang paling senior di era ini menjual HMI dengan harga yang tidak bermartabat sama sekali.

Ada juga oknum yang menelikung HMI dan alumninya, tentu saja untuk kepentingan pribadi yang mudah dibaca maksud dan tujuannya, tapi jelas merusak tatanan, karena membuat organisasi tandingan satu-satunya wadah alumni, KAHMI.

Nama Keluarga Besar Alumni (KBA) HMI tiba-tiba muncul di mana-mana, terbaca di spanduk-spanduk kegiatan di daerah-daerah, di situ tertulis kerja sama antara KB HMI dan KAHMI. Organisasi alumni HMI kemudianpun menjadi dua.

Program-program yang merupakan bagian KAHMI di garapnya mungkin karena KAHMI dianggap tidak mampu melakukannya, mengumpulkan doktor, profesor dan anehnya para profesor-profeskr dan doktor itu ikut saja seperti bebek tanpa daya kritis.

Mereka didata, diarahkan tanpa sebab musabab, profesor-profesor dan doktor itu tidak menyadari bahayanya bagi karir mereka. Terutama yang berkarir di instansi tertentu, karena nama mereka di jembreng di grup-grup WA.

Misalnya Ketum salah satu ormas Islam terbesar sudah mendeclare bahwa jabatan-jabatan tertentu harus orang ormas tersebut, Salahudin Wahid sudah menyebut bahwa kementerian agama adalah layak menjadi jatah ormas Islam besar tersebut.

Lalu bagaimana karir teman-teman guru besar itu yang berkiprah di UIN misalnya, mudah sekali untuk disingkirkan dari posisi strategis.

Belum lagi bila data itu jatuh ke tangan intelijen tertentu dengan maksud tertentu, bisa-bisa jadi data profesor dan doktor alumni HMI itu jadi komoditi empuk.

Kegiatan jalan sehat dibawa ke orientasi tertentu, membuat proyek-proyek yang bercita rasa proposal pencarian dana, jalan sehat bersama pejabat, jalan sehat nasional di berbagai daerah yang sangat mungkin tidak ada kaitannya dengan KAHMI pusat .

Musim panas tentu sangat cocok untuk berjualan es. Maka di musim pilpres seperti sekarang ini sangat cocok berjualan HMI dan alumninya.

Grup-grup WA alumni HMI dikreasi menjadi grup-grup pendukung Jokowi dan grup pendukung Prabowo, sungguh sangat teganya, bahwa hanya untuk kepentingan temporer HMI dan alumninya dibelahnya seperti orang memecah es dengan besi yang sangat tajam.

Alumni menjadi tidak nyaman dengan pembelahan ini, “tapi inilah dagangan”, karena point dari AT cukup saja bila dia dapat memecah es.

Apapun narasi di atas, HMI saat ini membutuhkan pengawalan dari alumninya yang berintegritas dan masih mencintai HMI, melepaskan HMI dari alumni HMI yang menjadi mucikari-mucikari itu.

HMI bukanlah organisasi yang punya orang tua seperti organisasi kemahasiswaan lainnya, tanggung jawab moralnya pengawalannya adalah di tangan para alumninya.

Berbuatlah sesuatu jangan membuang waktu karena bila terlambat menjadi buntu.

Para alumni dan adik-adik HMI saling merapatlah!, carilah informasi tentang apa yang sedang terjadi di rumah besar kita tercinta ini, kemudian rumuskanlah apa-apa tentang masa depan.

Percayalah di antara kesulitan pasti ada kemudahan, kita jalan sudah terlalu panjang dan telah menghadapi masa-masa sulit, dari mulai era kemerdekaan, orde lama, orde baru. Tapi sadarilah di era inilah yang paling berat karena yang kita lawan adalah diri kita sendiri. (*)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #hmi  #kahmi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Menagih Janji Bersih-bersih Menteri BUMN

Oleh Fadli Zon Wakil Ketua Umum Partai Gerindra
pada hari Rabu, 15 Jul 2020
Ketika dilantik menjadi menteri tahun lalu, Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Erick Thohir berjanji akan melakukan bersih-bersih di kementeriannya. Sebagai orang swasta, ia berjanji akan ...
Opini

"Hati-hati Meliberalisasi Pasal 66" tentang Outsourcing

Aktivis Sosial Denny Siregar komplain data pribadinya dibuka ke publik oleh seseorang yang diduga karyawan Telkomsel. Setelah dilapor ke polisi, ternyata yang membocorkan data adalah pekerja ...