Berita
Oleh Alfian Risfil pada hari Jumat, 15 Mar 2019 - 21:30:48 WIB
Bagikan Berita ini :

Ketum Bekas Partainya di OTT KPK, Begini kata Haji Lulung

tscom_news_photo_1552660248.jpg
Haji Lulung (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Mantan Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta, Abraham "Lulung" Lunggana, angkat suara atas terjaringnya Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar oleh KPK di Jawa Timur, pagi tadi. Haji Lulung mengaku ikut prihatin.

"Saya turut prihatin atas tertangkapnya ketua umum PPP," cuit Haji Lulung melalui akun Twitter pribadinya, @halus24, dinukil TeropongSenayan,Jumat (15/3/2019).

Selain prihatin, calon Anggota DPR dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini berharap, kedepannya PPP bisa dipimpin oleh sosok yang amanah dan lebih mengedepankan kepentingan umat.

"Semoga PPP Kembali dipimpin oleh pemimpin yang amanah dan mengedepankan kepentingan umat dari pada kepentingan pribadi," sambung Haji Lulung.

Diketahui, Rommy terjaring OTT oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) KPK di daerah Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (15/3/2019) pagi.

Selain Rommy, ada empat orang lainnya yang juga ikut terjaring dalam OTT itu, yakni satu pihak swasta, dan tiga pejabat di Kementeriaan Agama (Kemenag).

Selain itu, ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin di Kementerian Agama juga ikut disegel KPK.

"Tadi pagi KPK mengamankan 5 orang di Jawa Timur, salah satunya adalah penyelenggara negara yaitu Ketua Fraksi PPP sekaligus anggota Komisi XI DPR Romahurmuziy alias Rommy, sisanya ada 2-3 orang pejabat Kemenag dan satu orang dari swasta," ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah di gedung KPK Jakarta, Jumat (15/3/2019).

KPK akan mengumumkan status hukum Rommy dan empat orang lainnya setelah adanya hasil pemeriksaan atau dalam kurun waktu 1x24 jam. Rencananya, KPK akan menggelar konferensi pers pada Sabtu (16/3/2019). (Alf)

tag: #haji-lulung  #ppp  #kpk  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

KSPI: Istilah New Normal Membingungkan Buruh dan Rakyat Kecil

Oleh Alfin Pulungan
pada hari Kamis, 28 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menilai istilah new normal yang dicanangkan pemerintah bisa membingungkan para buruh dan masyarakat kecil di Indonesia. ...
Berita

Politikus PDIP: Penerapan New Normal Tanpa Persiapan Matang, Hanya Akan Menimbulkan Kematian Massal

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Indonesia bersiap memasuki fase New Normal atau penormalan baru ditengah pandemi covid-19. Sejumlah langkah dan strategi disiapkan pemerintah termasuk melibatkan aparat ...