Berita

Tersangkut Kasus Pengambilalihan PT Gendhis Multi Manis, Faisal Basri: Pecat Menteri BUMN Rini Soemarno!

Oleh Fitriani pada hari Rabu, 24 Apr 2019 - 17:48:14 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1556102894.jpg

Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir dan Menteri BUMN Rini Soemarno (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri menyoroti dugaan keterlibatan Menteri BUMN Rini Soemarno dalam kasus pengambilalihan PT Gendhis Multi Manis oleh Perum Bulog. 

Menurut Faisal, keterlibatan langsung Rini Sumarno dalam pengambilalihan pabrik gula berbasis tebu itu berpotensi merugikan negara. Faisal pun mendesak agar Rini Soemarno dipecat dari Menteri BUMN. 

Hal itu diungkapkan Faisal lewat kicauan Twitter pribadinya di akun @FaisalBasri pada Selasa (23/4/2019). Pantauan TeropongSenayan, cuitan tersebut diunggah sekitar pukul 04:26 WIB dari Sidomukti, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (24/4/2019). 

"Keterlibatan langsung Rini Sumarno yang berpotensi merugikan negara adalah pengambilalihan pabrik gula bobrok Gendhis Multi Manis (PT GMM) oleh Bulog. Sepantasnya dipecat, tidak perlu menunggu Oktober," kata pria kelahiran Bandung, Jawa Barat itu.

Seperti diketahui, Bulog mengambil alih GMM pada tahun 2016 silam. Saat itu, Rini menugaskan Bulog untuk mengakuisisi pabrik yang terletak di Blora, Jawa Tengah. Dalam aksinya, Bulog mengucurkan dana Rp 77 miliar untuk membeli 70 persen saham GMM, perusahaan kemudian beralih status menjadi anak usaha Bulog. 

Aksi korporasi ini sempat dipertanyakan Anggota Komisi VI DPR Nasril Bahar pada awal 2017 silam. Nasril mempertanyakan kebijakan Bulog mengakuisisi GMM yang dinilainya tidak strategis dan berpotensi merugikan negara, apalagi, pembelian saham tidak penuh 100 persen. 

Disinyalir, 30 persen pemegang saham GMM itu nantinya akan mendulang untung dari kepemilikan Bulog, mengingat keistimewaan Bulog untuk tidak mengimpor gula, namun mengimpor bahan baku kebutuhan pokok lainnya, termasuk mendapat bantuan PMN (Penyertaan Modal Negara). 

Pada awal tahun lalu, eks Dirut Bulog Djarot Kusumayakti (sekarang dijabat oleh Budi Waseso) sempat melemparkan niat untuk melepas seluruh kepemilikan saham di GMM. Alasannya, Bulog ingin fokus dan profesional di bidang logistik. Industri produksi dan logistik dinilai memiliki kompetensi yang berbeda. 

Mengutip situs resmi perusahaan, pabrik GMM memiliki kapasitas giling tebu mencapai 4.000 Tones Cane Daya (TCD) hingga 6.000 TCD dengan desain proses yang digunakan menggunakan pemurnian Defekasi Remelt Kabonatasi. 

 Untuk diketahui, ini bukan kali pertama Faisal mengkritisi Rini. Ia pernah juga menuding Rini mengambil kebijakan yang salah dalam mengelola BUMN. Contoh kasus ketika percakapan Rini dan Direktur Utama PT PLN (Persero) beredar di publik. 

Keduanya terlibat pembicaraan mengenai bagi-bagi saham atas proyek di Bojonegara, Serang, Banten. Dalam percakapan itu, ia mengeluhkan jatah saham yang akan diterima oleh PLN lebih kecil dari yang seharusnya. (Alf)

tag: #bumn  #rini-soemarno  

Bagikan Berita ini :