Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Jumat, 13 Sep 2019 - 11:50:00 WIB
Bagikan Berita ini :

DPR Pilih Firli Bahuri Jadi Ketua, Tsani Mundur dari Penasihat KPK

tscom_news_photo_1568349251.jpg
Penasihat KPK Tsani Annafari (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Setelah DPR RI memilih Irjen Firli Bahuri sebagai Ketua KPK periode 2019-2023, Jumat (13/9/2019), tengah malam, penasihat KPK Tsani Annafari menyatakan mundur dari posisinya.

"Iya. Insyaallah saya mundur sesuai janji saya. Draf surat pengunduran diri sudah saya buat sejak kemarin siang," kata Tsani, Jumat (13/9/2019).

Tsani mengaku pengunduran dirinya akan membuat label bermasalah menempel pada pimpinan KPK periode 2019-2023.

Dia mengatakan sudah menyampaikan secara lisan soal surat pengunduran dirinya itu ke Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan rekan-rekan di KPK lainnya.

"Saya sudah siap mundur. Surat sudah dibuat dan label bermasalah itu akan menempel pada pimpinan periode ini dengan pengunduran diri saya," ujarnya.

Rencana pengunduran Tsani ini telah disampaikan sejak proses seleksi capim. Dia mengatakan akan mundur jika orang yang dinilainya telah terbukti melanggar etik terpilih sebagai pimpinan KPK.

KPK sebelumnya menyatakan Firli yang merupakan mantan Deputi Penindakan diduga melakukan pelanggaran kode etik berat.

Penasihat KPK Tsani Annafari membeberkan rangkaian pertemuan yang membuat Firli dinyatakan melakukan pelanggaran etik berat.

Tsani awalnya menjelaskan pemeriksaan dugaan pelanggaran etik ini dilakukan setelah ada pengaduan masyarakat pada 18 September 2018. Dalam pemeriksaan, ditemukan fakta kalau Firli melakukan sejumlah pertemuan, termasuk dengan TGB.

Setidaknya ada tiga pertemuan antara Firli denganGubernur NTB Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB).Padahal saat itu, KPK sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi terkait kepemilikan saham pemerintah daerah dalam PT Newmont 2009-2016.

Tsani juga menyebut Firli bertemu dengan Bahrullah Akbar yang merupakan saksi di KPK hingga salah satu petinggi Parpol.

"Pertemuan-pertemuan tersebut tidak ada hubungannya dengan tugas F sebagai Deputi Penindakan KPK. Sebagai Deputi Penindakan KPK, F juga tidak pernah minta izin melakukan pertemuan dengan pihak yang terkait perkara ataupun pihak yang memiliki risiko independensi dan tidak melaporkan seluruh pertemuan-pertemuan tersebut ke pimpinan KPK," tutur Tsani.

Firli pun sudah menyampaikan klarifikasi soal dugaan pelanggaran etik itu dalam uji kelayakan Capim KPK di Komisi III DPR.

Buka-bukaan Firli ini diawali dengan pertanyaan dari Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Arteria Dahlan. Dia menyebut Firli merupakan calon yang menjadi perhatian publik salah satunya terkait pertemuan Firli dengan mantan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB).

Arteria turut menanyakan apa saja konteks pembicaraan yang dilakukan Firli dengan TGB sehingga diduga melakukan pelanggaran etik. Selain itu, Firli ditanya juga soal pernah tidaknya diperiksa secara etik di KPK.

Menjawab pertanyaan itu, Firli menegaskan dirinya tidak pernah membicarakan perkara apa pun dengan TGB. Dia juga menyebut pertemuan dengan TGB di lapangan tenis merupakan kebetulan.

"Tidak ada pembicaraan apa pun," ujar Firli.

Meski demikian, Firli tidak membantah bila KPK sempat melakukan ekspos perkara terkait divestasi Newmont. Firli mengatakan dirinya turut hadir dalam ekspos tersebut dan mempersilakan pimpinan KPK untuk mengambil keputusan.

Firli juga mengatakan keputusan dalam ekspos itu adalah meminta audit ke BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan). Namun, BPKP disebut Firli menyarankan agar audit dimintakan ke BPK (Badan Pemeriksa Keuangan).

Dia kemudian mempertanyakan apa salahnya bertemu dengan TGB di lapangan tenis. Firli mengatakan dirinya diundang oleh Danrem 162/Wira Bhakti untuk bermain tenis. Dia pun menegaskan tidak membuat janji bertemu dengan TGB.

Eks Kapolda Sumatera Selatan ini menegaskan persoalan pertemuan dengan TGB ini sudah diklarifikasi langsung lima pimpinan KPK. Dia menyebut saat itu tidak ada satu pun pimpinan KPK yang menyatakan dirinya melakukan pelanggaran, namun dia mengaku kalau diperingatkan oleh Pimpinan KPK.

"Ada dari 5 pimpinan bicara Pak Saut ada, Ibu Basaria, Pak Laode, Pak Alex, Pak Agus juga. Saya sendiri menghadapi 5 pimpinan tidak ada satu pun pimpinan mengatakan saya melanggar. Saya diperingatkan, iya," ujar Firli.

Tak cuma pertemuan dengan TGB, Firli juga buka-bukaan soal pertemuan dirinya dengan salah satu ketua umum partai politik. Firli juga menyatakan pertemuan itu tak disengaja. Berikutnya, Firli juga mengungkap pertemuannya dengan Wakil Ketua BPK Bahrullah Akbar. Firli menceritakan pertemuan itu terjadi di gedung KPK saat Bahrullah dipanggil penyidik KPK.

Kini, Firli telah terpilih sebagai Ketua KPK. Selain Firli, DPR juga memilih empat Wakil Ketua KPK yaitu Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango, Nurul Ghufron dan Alexander Marwata. (Alf)

tag: #kpk  #komisi-iii  #dpr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Terdampak COVID-19, OJK Pastikan Stabilitas Sistem Keuangan Terjaga

Oleh windarto
pada hari Minggu, 31 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperhatikan dampak COVID-19 yang relatif mulai memberikan tekanan terhadap sektor jasa keuangan, meski demikian kondisi stabilitas sistem ...
Berita

Guru Besar UNS: Indonesia Sudah Siap Masuk Tahun Ajaran Baru

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Guru Besar Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (UNS) Joko Nurkamto menilai Indonesia sudah bisa memulai pendidikan tahun ajaran baru 2020/2021 dalam situasi pandemi ...