Berita

Melalui RUU Pesantren

PKS Perjuangkan Aspirasi Ulama dan Ormas Islam  

Oleh Mandra Pradipta pada hari Jumat, 20 Sep 2019 - 10:37:45 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1568950665.jpeg

Jazuli Juwaini (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - RUU Pesantren akan disahkan oleh DPR dalam waktu dekat. Hari ini Kamis, 19 September 2019, telah disampaikan pendapat akhir mini fraksi-fraksi dan pemerintah di DPR. Paripurna pengesahan dijadwalkan dalam pekan depan.

Fraksi PKS sebagai salah satu pengusung RUU ini melalui Ketua Fraksi Jazuli Juwaini mengatakan lahirnya RUU Pesantren sangat monumental dan dinantikan para ulama, ormas dan umat Islam karena subtansinya menguatkan keberpihakan negara pada Pesantren sebagai soko guru pendidikan nasional dan benteng penjaga akhlak dan moralitas bangsa.

"Pesantren ini sejatinya soko guru pendidikan nasional yang lahir dari rahim ulama dan ormas-ormas Islam. Oleh karena itu, Fraksi PKS berjuang keras untuk masukkan aspirasi seluruh ulama dan ormas Islam terkait dengan keberagaman pesantren di Indonesia," kata Jazuli di Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Anggota DPR yang juga jebolan pesantren ini mengatakan tiap ormas memiliki karakteristik pendidikan pesantren sendiri, maka semua itu dipastikan oleh Fraksi PKS terakomodir dalam RUU Pesantren.

"Keunikan, kekhasan, dan kekhususan karakter dan kurikulum pesantren yang ada dan beragam menjadi kekayaan bangsa. Fraksi PKS mengusulkan secara eksplisit agar semuanya terakomodir dalam RUU dan kewajiban negara untuk memberikan dukungan optimal baik dari sisi kebijakan, pembinaan, sarana prasarana, dan anggaran," ujarnya.

Fraksi PKS dalam pendapatnya menegaskan pesantren terdiri atas:

a. Pesantren yang menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk pengajian kitab kuning; 

b. Pesantren yang menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk Dirasah Islamiah dengan pola pendidikan muallimin; atau.

c. pesantren yang menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk lainnya yang terintegrasi dengan pendidikan umum.

"Poin (a) untuk mengakomodir usulan dan kekhasan pesantren NU. Poin (b) untuk mengakomodir pesantren bercorak khusus seperti Gontor dan sejenisnya, serta poin (c) untuk mengakomodir karakter pesantren lain di luar dua corak sebelumnya, yang baru-baru ini diusulkan oleh Muhammadiyah dan beberapa ormas lain," papar Jazuli.

Alhamdulillah, lanjut Jazuli, di rapat kerja penyampaian pendapat akhir mini tadi, Kamis (19/9/2019) rumusan usulan Fraksi PKS itu disetujui masuk RUU, pungkas Jazuli. 

Anggota DPR Dapil Banten ini berharap dengan lahirnya UU Pesantren, seluruh pesantren di Indonesia makin berkualitas sebagai pusat perkembangan ilmu pengetahuan, agama, dan peradaban. (ahm)

tag: #pks  

Bagikan Berita ini :