Oleh Alfin Pulungan pada hari Kamis, 20 Feb 2020 - 07:38:27 WIB
Bagikan Berita ini :

Iuran BPJS Naik, KSPI Nilai Pemerintah Sewenang-wenang

tscom_news_photo_1582159107.jpg
Said Iqbal (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal tak sepakat dengan pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.yang akan menarik seluruh suntikan dana atau subsidi yang diberikan pemerintah kepada (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Langkah ini akan diambil jika Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersikukuh ingin membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

"BPJS Kesehatan bukan BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Karena bukan lagi BUMN, pemerintah tidak bisa menaikkan iuran BPJS Kesehatan tanpa terlebih dahulu meminta persetujuan publik," kata Iqbal dalam keterangan tertulisnya yang diterima TeropongSenayan, Rabu malam (19/2/2020).

Iqbal menerangkan, pemilik BPJS ada tiga kelompok. Pertama adalah pengusaha yang membayar iuran BPJS, kedua masyarakat penerima upah yaitu buruh dan iuran mandiri, kemudian ada pemerintah sebagai pihak yang menalangi iuran BPJS Kesehatan bagi penerima bantuan iuran (PBI).

"Karena itu, pemerintah tidak bisa sewenang-wenang menaikkan iuran tanpa melakukan uji publik," kata dia.

Dalam hal ini, DPR sudah menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan kelas III. Untuk itu, pemerintah seharusnya mendengarkan sikap DPR dan segera membatalkan kenaikan tersebut.

"Kenaikan iuran BPJS Kesehatan terbukti memberatkan masyarakat dan bukan solusi untuk menyelesaikan defisit. Seharusnya kegagalan dalam mengelola BPJS tidak dibebankan kepada rakyat dengan menaikkan iuran," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, sampai dengan akhir 2019 pemerintah telah menambal defisit BPJS Kesehatan hingga mencapai Rp13 triliun. Adapun defisit BPJS Kesehatan diperkirakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah menembus angka Rp32 triliun.

tag: #kspi  #bpjs-kesehatan  #sri-mulyani  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement