Opini

Nyepi Langkah Nyata Merawat Bumi

Oleh I Nyoman Parta Anggota Komisi VI DPR RI dari fraksi PDIP pada hari Selasa, 24 Mar 2020 - 19:29:53 WIB

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1585052993.jpg

I Nyoman Parta Anggota komisi VI DPR RI (Sumber foto : Istimewa)

Besok Bali akan sunyi selama sehari. Setelah itu, semua pintu masuk Bali akan ditutup selama ini perayaan Nyepi, mulai dari lima pelabuhan laut yang ada di Bali hingga Bandara Internasional Ngurah Rai.

Sejak beberapa dasawarsa yang lalu sampai sekarang ini, isu tentang kondisi alam kita makin mencemaskan. Ibarat rumah tinggal, fungsi dan manfaat alam sudah kurang memberikan rasa nyaman lagi bagi penghuninya. Tapi jangan sampai ini berlanjut, maka bumi harus kita rawat bersama.

Sejak beberapa tahun terakhir ini dunia telah mengusung gagasan-gagasan reflektif namun serius tentang bagaimana melestarikan alam, sebagaimana halnya kita memelihara rumah sendiri.

Tahun lalu misalnya, dunia telah menggulirkan ide Connecting People to Nature, yang berarti hubungan manusia dengan alam atau terjemahan bebasnya adalah berhubungan dengan alam.

Gagasan ini tampak sangat klasik dan biasa-biasa saja. Tapi jika kita refleksikan dengan baik maka akan beraneka pesan moral yang disampaikannya tentang bagaimana seharusnya kita jutaan umat manusia di seluruh dunia, termasuk kita di Indonesia, sebagai satu-satunya makhluk hidup ciptaan Tuhan yang berakal budi di alam semesta, memperlakukan alam dengan baik dan arif-bijaksana untuk menciptakan lingkungan hidup yang kondusif dan baik.

Apa kaitannya dengan Nyepi?

Ternyata Nyepi juga menjadi inspirasi dunia untuk mengurangi polusi.

Selain menjadi daya tarik wisatawan, Nyepi di Bali juga memiliki keunikan lain. Bali dapat mereduksi emisi gas karbondioksida sekitar 20.000 ton saat Nyepi. Bisa dikatakan, Bali memiliki kesempatan sehari untuk menyegarkan diri.(Seva.id)

Lalu, terjadi penghematan listrik, air, dan bahan bakar lainnya sampai dengan 70 persen, atau setara dengan Rp 4,5 miliar.

Artinya, Hari Raya Nyepi akan menghemat sekitar 300 megawatt listrik serta ratusan ribu liter bahan bakar minyak dalam sehari.

Diluar sisi ekonomi, Nyepi menyajikan ketenangan yang luar biasa. Setelah setahun merasakan kesibukan yang terjadi, seluruh masyarakat Bali bisa menyegarkan diri dalam sehari tanpa adanya kegiatan dan suara kendaraan.

Udara bersih, seakan memberikan kesempatan seisi alam menikmati alam yang original. Terlebih saat malam hari, kita dapat menyaksikan keagungan Tuhan dengan indahnya taburan bintang-bintang yang luar biasa dan memberikan kesempatan untuk kita merefleksikan diri. 
 
Hiruk pikuk Bali sebagai ‘The Island of God’ seketika padam. Geliat pariwisata yang sehari-hari bergejolak tanpa henti, sehari senyap bersamaan dengan padamnya listrik dan jaringan internet di seluruh wilayah.

dengan Nyepi, hasilnya menghemat kebutuhan listrik bisa dibandingkan pada Earth Hour 2018 lalu. Jika  masyarakat Bali mematikan listrik selama 1 jam, dapat menghemat Rp249 Juta Bagaimana menghemat energi listrik selama 24 jam? 

Seluruh rangkaian Nyepi merupakan sebuah dialog spiritual yang dilakukan umat Hindu agar kehidupan ini selalu seimbang dan harmonis sehingga ketenangan dan kedamaian hidup bisa terwujud. 

Terlebih, Ngembak Geni dengan Dharma Shantinya merupakan kesempatan untuk menjalin silahturahmi. 

Pada Hakekatnya, Hari Raya Nyepi adalah dimana umat hindu melakukan amati geni yaitu mengadakan Samadhi agar diberikan kekuatan untuk bisa menjalankan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

Selamat Hari Raya Nyepi Caka 1942. Dumogi Shanti, Rahayu sareng sami🙏

Disclaimer : Kanal opini adalah media warga. Setiap opini di kanal ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

tag: #  
Advertisement

Bagikan Berita ini :

Aplikasi TeropongSenayan.com

Advertisement

JakOne Samsat

Advertisement

TSTRENDING