Oleh Givary Apriman pada hari Senin, 23 Nov 2020 - 11:44:17 WIB
Bagikan Berita ini :

Nahloh, Kapuspen TNI Sebut Tidak Pernah Perintahkan Copot Baliho HRS

tscom_news_photo_1606106633.jpg
Baliho HRS saat diturunkan beberapa waktu lalu (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad menegaskan petinggi di jajaran Markas Besar (Mabes) TNI tidak ada yang pernah memberikan perintah untuk menurunkan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Menurutnya, perintah tersebut hanyalah ada di jajaran Komando Daerah Militer Jayakarta (Kodam Jaya) saja.

Pernyataan Riad menjawab soal viralnya video pencopotan baliho besar Habib Rizieq Shihab oleh sejumlah pria berbaju loreng.

Ditambah oleh pernyataan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang mengaku bahwa kegiatan tersebut adalah perintahnya.

"Tidak ada (perintah) pencopotan baliho kalau di Mabes. Itu kebijakan Panglima Kodam jaya sendiri, karena melihat situasi di lapangan," tegas Riad saat dikonfirmasi, Minggu (22/11/2020).

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut bagaimana sikap Mabes TNI menanggapi kebijakan yang dilakukan Pangdam Jaya, Riad enggan memberikan komentar lebih jauh.

Sebelumnya, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengakui bahwa pencopotan baliho Rizieq Shihab oleh sekelompok orang berbaju loreng merupakan perintahnya.

Menurut Dudung, pencopotan itu dilakukan lantaran beberapa kali upaya pencopotan yang dilakukan oleh aparat Satpol PP gagal sebab, baliho itu kembali terpasang usai dicopot.

"Oke, ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya," kata Dudung, usai apel kesiapan bencana dan pilkada serentak, di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020) pagi.

Jenderal Bintang Dua itu menjelaskan, para pria berbaju loreng tersebut berasal dari Garnisun. Dudung mengatakan, Satpol PP kerap kesusahan saat menertibkan spanduk itu.

"Karena beberapa kali Satpol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Perintah saya itu. Begini, kalau siapapun di Republik ini, siapapun, ini negara hukum. Harus taat kepada hukum," tandasnya.

tag: #tni  #tentara  #fpi  #habib-rizieq  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Dianggap Membantu UMKM, Anggota Komisi VI DPR ini Apresiasi Kebijakan BPUM

Oleh Bachtiar
pada hari Kamis, 21 Jan 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta mengapresiasi program Bantuan Presiden Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) bagi para pelaku UMKM ditengah kondisi pandemi Covid-19 ...
Berita

Gempa 7,0 Magnitudo, Berpotensi Merusak Tapi Tidak Sebabkan Tsunami

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Gempa bumi berkekuatan 7,0 magnitudo mengguncang Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Gempa terjadi pada Kamis (21/1) pukul 19.23 WIB atau 21.23 ...