Oleh Rihad pada hari Rabu, 03 Mar 2021 - 08:00:38 WIB
Bagikan Berita ini :

Corona Varian dari Inggris Sudah Terdeteksi di Indonesia, Seberapa Bahaya Virus Ini?

tscom_news_photo_1614733238.jpg
Menteri Kesehatan Budi Ginadi Sadikin (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan varian corona Inggris B.1.1.7 telah terdeteksi di Indonesia. Ada 2 kasus yang diketahui terinfeksi varian yang disebut ahli 70 persen lebih menular. Dua kasus terpapar varian baru ini adalah WNI pekerja migran dari Arab Saudi. "Semalam terkonfirmasi oleh Balitbangkes 2 BMI (buruh migran Indonesia) dari Saudi Arabia yang positif virus COVID-19 dengan strain B117/N501Y (strain UK)," kata Budi melalui pesan singkat, Selasa (2/3).

Budi menegaskan, masyarakat harus perkuat protokol kesehatan dengan masuknya varian ini."Respons masyarakat yang terbaik adalah tetap menjalankan protokol 3M," tutup dia.

Sebelumnya, konfirmasi masuknya varian corona Inggris disampaikan Wamenkes Dante Saksono.

"Tadi malam saya mendapatkan informasi bahwa dalam tepat satu tahun hari ini kita menemukan mutasi B117 UK mutation di Indonesia. Ini fresh from the oven, baru tadi malam ditemukan 2 kasus," kata Wamenkes dalam jumpa pers virtual, Selasa (2/3).

Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban mengatakan, varian baru virus corona atau SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris lebih menular. Zubairi mengatakan, penularan varian baru virus corona B117 ini bisa mencapai 71 persen lebih cepat.

Namun, menurut dia, varian baru virus corona ini tidak lebih mematikan. "Kita lihat virus yang baru ini menular jauh lebih cepat 71 persen dari virus sebelumnya. Itu yang harus kita ingat. Para ahli juga yakin memang virus B117 mudah menular, namun tidak lebih mematikan," kata Zubairi beberapa waktu lalu.

Gejala dari varian baru tidak jauh berbeda dengan COVID-19 varian lama. Beberapa gejala yang muncul tidak jauh berbeda dengan COVID-19 varian lama seperti gangguan pernapasan, linglung/kebingungan, nyeri dada yang terus menerus, mudah lelah, dan bibir kebiruan.

Wendy Barclay, seorang profesor di New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group (NERVTAG) dan spesialis virologi di Imperial College of London mengatakan bahwa mutasi telah mempermudah virus memasuki sel manusia. Oleh karena itu, anak-anak lebih rentan terinfeksi dan sama rentannya terhadap virus ini saat dewasa.

Untuk itu, tetap menjaga jarak, gunakan masker, hindari kontak fisik dengan orang lain, dan semprotkan cairan disinfektan sehabis menyentuh permukaan barang. COVID-19 tetap menjadi penyakit yang dapat menginfeksi kapan saja, siapa saja, dan di mana saja.

tag: #covid-19  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Lainnya
Berita

Jawa Tengah Siapkan Skenario Arus Mudik Nekad yang Bisa Capai 4,6 Juta Orang

Oleh Rihad
pada hari Selasa, 13 Apr 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan keputusan pelarangan mudik dari pemerintah pusat sudah tepat. Sebab, dari pengalaman sebelumnya selalu terjadi lonjakan ...
Berita

Himbauan Kemenkes tentang Tata Cara Tarawih

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Meski pemerintah membolehkan shalat tarawih, protokol kesehatan harus dijalankan dengan ketat. "Diimbau tidak membawa anak berusia di bawah 10 tahun Atau untuk ...