Opini
Oleh Sys NS pada hari Jumat, 12 Jun 2015 - 18:17:03 WIB
Bagikan Berita ini :

Jika Bang Yos Memimpin Intelijen Negara

27tscom-kongkowmalam-sys.jpg
Kolom Kongkow Malam Bareng Sys NS (Sumber foto : Ilustrasi/TeropongSenayan)

Bukan hanya jago menembak, bang Yos (Sutiyoso) juga jago nyanyi. Beberapa kali saya bersama sejumlah teman diundang ngobrol santai sembari nyanyi. Fals sih tidak, yang penting suaranya keras dan bisa mengikuti alunan nada.

Begitulah bang Yos. Meski lebih 30 tahun bergelut dalam dunia militer namun tetap pribadi yang hangat. Meski tampak pelit senyum, kalau sudah ngobrol santai dan bernyanyi maka senyum dan raut muka bang Yos amat riang.

Saya menangkap bang Yos adalah pribadi yang memiliki sikap kuat memegang teguh prinsip yang sudah diyakini. Dia tidak gampang mundur atau menyerah atas sesuatu yang menjadi keputusan ataupun keyakinan.

Hampir sebagian besar karirnya di dunia kemiliteran dihabiskan dalam intelijen. Sejak bertugas di Timor Timur hingga Aceh sebelum akhirnya memimpin teritori sampai menjadi Pangdam Jaya. Dunia intelijen bukan asing bagi bang Yos.

Menurut saya tak salah Presiden Jokowi memilih bang Yos memimpin BIN. Meski sudah tergolong sepuh, bang Yos fisiknya masih prima. Berkat kedisplinan yang tinggi selama dalam dunia kemeliteran.

Selain itu, tugas memimpin BIN lebih bersifat manajerial. Asal didukung oleh tim maupun staf yang mumpuni tak sulit bagi bang Yos menduduki kursi Kepala BIN. Bang Yos tinggal melanjutkan intuisi dan pengalamannya kepada timnya.

Memimpin BIN bang Yos harus netral. Pengabdiannya harus tegak lurus hanya untuk bangsa dan negara. Tak boleh mengabdi untuk kekuasaan meski dipilih oleh Presiden. Mata dan telinga intelijen hanya untuk keperluan negara.

Jadi bang Yos-jika benar-benar menjadi Kepala BIN-harus melepaskan jabatannya sebagai Ketua Umum partai politik. Bang Yos harus tak memiliki afiliasi politik maupun kepentingan. Hidupnya hanya untuk negara ini.(*)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #kongkow malam  #bareng  #sys ns  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
Opini Lainnya
Opini

“Perang Sudah Berakhir”? Membongkar Narasi, Data, dan Kepentingan di Balik Klaim Donald Trump

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Minggu, 03 Mei 2026
Pernyataan Presiden Donald Trump bahwa perang melawan Iran telah “berakhir” bukan sekadar klaim politik. Ia adalah pintu masuk untuk membaca bagaimana kekuasaan bekerja: melalui bahasa, ...
Opini

Menjemput "Abad Asia": Menguji Kesiapan SDM Indonesia di Tengah Pergeseran Geopolitik Global

*JAKARTA, TeropongSenayan* – Memasuki kuartal kedua abad ke-21, dunia sedang menyaksikan pergeseran tektonik yang tak terelakkan. Pusat gravitasi ekonomi dan politik global secara konsisten ...