Opini
Oleh Redaksi Teropongsenayan pada hari Jumat, 10 Apr 2026 - 20:33:09 WIB
Bagikan Berita ini :

Analisis Strategis: Benarkah Pukulan Rudal Fath-360 Iran Lumpuhkan 60% Armada F-35 Israel?

tscom_news_photo_1775827989.jpeg
(Sumber foto : Lightstock)

*TEROPONGSENAYAN*– Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru yang mengejutkan dunia militer internasional. Sebuah laporan analisis strategis terbaru menyoroti klaim serangan rudal Iran yang menyasar titik-titik krusial di Pangkalan Udara Nevatim dan Ramon. Serangan ini disebut-sebut bukan sekadar aksi balasan biasa, melainkan sebuah "amputasi strategis" terhadap kekuatan udara Israel.
*Presisi Bedah di Jantung Pertahanan*
Inti dari kegemparan ini adalah klaim hancurnya sekitar 40 unit jet tempur F-35 "Adir"—puncak teknologi dirgantara Amerika Serikat—hanya dalam waktu kurang dari 30 menit. Jika data ini terkonfirmasi, Israel kehilangan hampir 60% armada F-35 operasionalnya.
Yang menjadi catatan penting bagi para pengamat militer bukanlah jumlah rudal yang diluncurkan, melainkan kemampuan Iran dalam menghantam *koordinat hanggar spesifik. Rudal-rudal tersebut dilaporkan tidak menyasar area pangkalan secara acak, melainkan menghujam langsung atap dan pintu *Hardened Aircraft Shelters (HAS) tempat pesawat-pesawat bernilai $100 juta per unit tersebut diparkir.
*Fath-360: Senjata yang Mengubah Peta Kekuatan*
Rudal *Fath-360* kini menjadi pusat perhatian. Rudal ini membuktikan bahwa ketergantungan pada teknologi Barat bisa dipatahkan melalui inovasi mandiri di bawah tekanan sanksi. Ada tiga aspek teknis yang membuat serangan koordinat ini begitu mematikan:
1. *Pemandu Visual Optik:* Berbeda dengan rudal konvensional, Fath-360 menggunakan pemandu terminal elektro-optik. Ia "melihat" bentuk fisik hanggar berdasarkan citra digital, sehingga sistem pengacak sinyal (GPS Jamming) milik Israel tidak mampu menyesatkan arah rudal.
2. *Strategi Saturasi:* Iran menerapkan taktik "membanjiri" radar dengan gelombang umpan (decoy) UAV murah. Saat baterai pertahanan udara seperti Iron Dome dan David"s Sling sibuk merespons umpan, salvo rudal Fath-360 meluncur ke koordinat target dengan jendela waktu yang sangat sempit untuk diintersepsi.
3. *Intelijen Real-Time:* Kemampuan Iran menghantam lokasi dispersi pesawat di Pangkalan Ramon mengindikasikan adanya kebocoran intelijen yang dalam. Iran tampak mengetahui secara persis hanggar mana yang terisi dan hanggar mana yang kosong.
*Dampak Regional dan Kelumpuhan Tempo*
Secara proporsional, dampak dari serangan ini melampaui kerugian material sebesar $4 miliar. Kehilangan mayoritas F-35 berarti Israel kehilangan kemampuan "proyeksi kekuatan" di tiga front sekaligus: Gaza, Lebanon, dan Suriah.
Tanpa dominasi udara yang absolut, dukungan udara bagi pasukan darat di Gaza akan terdegradasi. Di sisi lain, Hizbullah di Lebanon kini beroperasi dengan perhitungan baru, menyadari bahwa payung udara Israel sedang mengalami retakan signifikan.
*Washington dan Dilema Global*
Situasi ini menempatkan Amerika Serikat dalam posisi sulit. Penggantian 40 unit F-35 bukanlah perkara mudah; itu mencakup hampir 10% dari total inventaris global F-35A milik Angkatan Udara AS. Proses pengiriman kembali aset ini bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, yang secara otomatis melemahkan kesiapan tempur AS di teater global lainnya.
Perubahan Doktrin Keamanan
Selama 75 tahun, doktrin keamanan Israel bersandar pada asumsi bahwa teknologi militer mereka tidak tertembus. Namun, serangan presisi pada koordinat hanggar di Nevatim memberikan pesan jelas: pangkalan paling terlindungi di dunia sekalipun kini memiliki titik lemah yang nyata.
Hingga saat ini, komunitas internasional masih menunggu verifikasi independen terkait skala kerusakan total. Namun, secara operasional, Iran telah menunjukkan bukti konsep bahwa mereka mampu mendikte tempo konflik melalui perang asimetris yang sangat efektif.

*Redaksi TeropongSenayan*
Mengawal Aspirasi, Menjaga Integritas.

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Perppu Pemulihan Aset Negara: Instrumen Konstitusional Reformasi Babak Kedua

Oleh Ir. Ali Wongso Sinaga (Ketua Umum Depinas SOKSI)
pada hari Rabu, 13 Mei 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Dalam artikel sebelumnya telah ditegaskan bahwa Indonesia membutuhkan Reformasi Babak Kedua yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai jawaban atas ...
Opini

Cara Oligarki Merampok Negara: Menelisik Dugaan Kebocoran di Industri Kelapa Sawit

Industri kelapa sawit selama ini dikenal sebagai salah satu tulang punggung ekonomi nasional. Indonesia bahkan merupakan produsen minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) terbesar di dunia. ...