Berita
Oleh Alfian Risfil Auton pada hari Kamis, 16 Jun 2016 - 10:13:10 WIB
Bagikan Berita ini :

Abdullah Hehamahua: Pimpinan KPK Sekarang Penuh Kontroversi

22abdulahkpklagi.jpg
Abdullah Hehamahua (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Keputusan Ketua KPK Agus Raharjo yang memilih menyampaikan kesimpulan sementara kasus RS Sumber Waras di DPR dipertanyakan sebagian kalangan.

Namun, mantan penasihat KPK ‎Abdullah Hehamahua menyebut bahwa keputusan itu merupakan wewenang pimpinan lembaga antirasuah.

"Itu terserah pimpinan KPK. Cuma kan memang selama ini tidak pernah pimpinan KPK mengumumkannya di DPR," kata Abdullah, Jakarta, Rabu (15/6/2016) malam.

Meski begitu, Abdullah mengaku maklum dengan kondisi psikologis yang menimpa pimpinan KPK saat ini.

"Ini pimpinan yang sekarang berbeda dengan pimpinan KPK sebelumnya, kali ini penuh dengan kontroversi," bebernya.

Sehingga, dia memperkirakan, karena kontroversi itulah kemudian mereka mengalami tekanan dari DPR dan publik.

"Jadi, saya melihatnya, karena mereka mengalami tekanan itu sehingga mereka mau berlindung dari tekanan masyarakat, maka mereka umumkan (kasus RS Sumber Waras) di DPR," katanya.

"Mereka semacam ingin meminta perlindungan dari DPR. Biar nanti DPR yang melindungi KPK kalau misalnya ada tekanan dari masyarakat," urai Abdullah.‎

Dia menambahkan, bahwa tekanan yang menimpa pimpinan KPK saat ini cukup beralasan. Mengingat, hampir setiap pekan KPK selalu didemo soal kasus RS Sumber Waras ‎oleh masyarakat.

"Mungkin ‎mereka sudah merasa tidak lagi memperoleh kepercayaan masyarakat. Jadi, sekarang tergantung kelima orang pimpinan ini, ada kepentingan apa dan kepentingan masa depan atau kepentingan politik tertentu," ungkapnya.‎‎

Disisi lain, Abdullah juga menyayangkan desakan publik yang menurutnya begitu bertubi-tubi. Padahal, tanpa diminta pun dalam sejarahnya KPK selalu memproses kasus dengan profesional.‎
‎‎
"Saya yakin, kalau KPK tidak diganggu, mereka pasti bekerja dengan baik, serius dan fokus. ‎Tapi, kalau banyak tekanan berbagai pihak, kemudian masuk kepentingan politik, maka sebenarnya bisa ada pihak yang berniat beri infomasi data tentang Ahok (Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama) ini, misalnya, bisa tidak jadi karena ada kepentingan-kepentingan ini," pungkasnya.(yn)

tag: #rs-sumber-waras  #kpk  #rs-sumber-waras  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement