
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pimpinan Rumah Amanah Rakyat (RAR) Ferdinand Hutahaean mengatakan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah berulang kali lakukan pelecehan terhadap konstitusi.
Hal ini diutarakannya untuk menanggapi pidato Ahok perihal memilih bedasarkan agama merupakan pelanggaran konstitusi,
"Kejadian pelecehan terhadap Konstitusi bangsa ini bukan yang pertama kali terjadi. Ahok juga pernah menyebut dalam satu kesempatan bahwa Pancasila itu masih seperti bangunan setengah jadi, baru lengkap jika minoritas menjadi presiden. Inipun adalah penahaman yang sangat sesat dari seorang Ahok," Ferdinand di Jakarta, Minggu (12/02/2017).
"Pancasila itu genap atau lengkap bukanlah tentang menjadi presiden atau tidak jadi presiden, tapi Pancasila itu tentang bagaimana kita percaya kepada Tuhan, bagaimana kita menjadi manusia yang beradab, bagaimana kita menjaga persatuan, bagaimana kita berdemokrasi dengan hikmad dan bijaksana dan bagaimana kita hidup berkeadilan sosial," tambahnya.
Tujuan Pancasila adalah 5 hal tersebut, bukan untuk menjadikan siapapun jadi presiden.
Ditegaskannya, bangsa ini adalah bangsa yang mengakui Tuhan, hidup berdasarkan ajaran Tuhan, hidup berdasarkan ajaran agama yang disampaikan oleh Tuhan melalui para Nabi.
"Bangsa ini bukan bangsa yang hidup dengan ajaran Komunis seperti di Cina. Dengan demikian, siapapun yang ingin menjauhkan bangsa dan rakyat dari ajaran Agama, maka patut diduga orang tersebut adalah Komunis," sindir dia.
"Dan kepada Ahok kami sarankan, sebaiknya berdemokrasilah dengan hikmad dan kebijaksanaan sebagaimana diatur Pancasila. Jangan jauhkan Agama dari kehidupan negara dan rakyat," pungkasnya. (icl)