Berita
Oleh M Anwar pada hari Rabu, 09 Agu 2017 - 00:09:55 WIB
Bagikan Berita ini :

Hermanto : PUPM, Rantai Pasar Pangan Jadi Lebih Pendek

23ENO_3165.jpg
Hermanto (Sumber foto : Istimewa )

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto menilai, program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) membuat rantai pasar pangan menjadi lebih pendek. Petani mendapat keuntungan sementara masyarakat konsumen mendapat harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

“PUPM merupakan program Pemerintah dalam upaya mengatasi gejolak harga pangan. Pasalnya, gejolak harga pangan merugikan petani sebagai produsen dan juga masyarakat yang menjadi konsumen," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (8/8/2017).

Sebagaimana diketahui, Program PUPM dimulai tahun 2016 berupa pemberian dana kepada setiap gabungan kelompok tani (gapoktan) pelaksana program. Dari dana tersebut ada alokasi untuk membeli bahan kebutuhan pokok langsung dari petani/Bulog dan alokasi untuk operasional gapoktan. Bahan kebutuhan pokok yang dibeli tersebut kemudian dijual langsung ke konsumen melalui Toko Tani Indonesia (TTI) yang bermitra dengan gapoktan.

Hermanto menjelaskan, khusus untuk di dapilnya, Sumatera Barat, PUPM pada tahun 2017 dilakukan dengan pemberian dana operasional kepada dua gapoktan di Padang, yaitu Gapoktan Harapan Bersama dan Gapoktan Inbis Sejahtera. Saat penyerahan itu, Hermanto bersama Kepala Dinas Pangan Kota Padang Zalbadri pun turut hadir.

“Program PUPM ini juga merupakan upaya menjaga stok pangan agar tidak terjadi kelangkaan. Kalau langka maka akan masuk produk impor. Kalau impor maka hutang negara akan meningkat. Jadi program PUPM merupakan salah satu upaya untuk mengurangi hutang negara”, analisa politisi F-PKS itu.

Selain itu, Hermanto juga meminta masyarakat agar tidak menggandrungi produk-produk impor. Karena dengan impor akan menguras devisa dan berpotensi meningkatkan utang negara. Ironisnya, jikautang semakin besar, maka Indonesia akan didikte oleh negara pemberi utang. Dikte oleh asing tersebut akan memperlemah sendi-sendi kehidupan bernegara.

“Belilah produk-produk dalam negeri. Sendi-sendi kehidupan bernegara akan kuat, sehingga kita tidak bisa didikte negara lain,” pesan politisi asal dapil Sumbar itu.(dia/dpr)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Pekerja Migran Indonesia Jadi Korban TPPO, Dijanjikan Kerja di Turki Berujung ke Libya

Oleh Sahlan Ake
pada hari Sabtu, 25 Jul 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Polda Metro Jaya mengungkap dugaan tindak pidana perdagangan orang atau TPPO dengan modus pemberangkatan calon pekerja migran Indonesia secara nonprocedural. Para korban ...
Berita

PB Mathla'ul Anwar Lakukan Konsolidasi dengan Keluarga Besar MA Se-Sulsel di UMI Makassar

MAKASSAR (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla"ul Anwar (MA), Dr. KH. Jazuli Juwaini, MA, MM, menghadiri Dialog Pengembangan Dakwah Mathla"ul Anwar di Sulawesi Selatan yang ...