Berita

Rektor: Pelaku Teror Bom Surabaya 'DO' dari Unair

Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 15 Mei 2018 - 09:14:44 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

91unair-mulyorejo.jpg.jpg

Universitas Airlangga (Sumber foto : Istimewa)

SURABAYA (TEROPONGSENAYAN)--Rektor Universitas Airlangga (Unair Surabaya Mohammad Nasih menyatakan, pelaku teror bom di tiga gereja di Surabaya, Dita Oeprianto telah dikeluarkan dari Unair pada tahun pelajaran 1993/1994. Alasannya, karena hasil belajarnya tidak memenuhi standar.

Nasih membenarkan Dita terdaftar dan kuliah di Fakultas Ekonomi (FE) Unair dengan nomor induk mahasiswa (NIM) 049114141P dan masuk tahun 1991 sebagai mahasiswa D3 program studi (prodi) manajemen pemasaran, bukan D3 akuntansi yang ramai diinformasikan di media sosial.

"Dita di-DO (drop out) Unair karena indeks pretasi komulatifnya (IPK) tidak memenuhi syarat," kata Nasih saat dikonfirmasi, Selasa (15/5/2018).

Nasih menjelaskan, pada semester satu perkuliahan Dita hanya mendapat IP 1,33 karena hanya menyelesaikan 7 SKS. Semester dua Dita meraih IP 1,11, dan semester selanjutnya hanya meraih IP nol koma.

"Dari total 110 satuan kredit semester (SKS) yang seharusnya ditempuh, Dita hanya 47 SKS dengan IPK 1,47. Karena tidak memenuhi standar nilai, Dita di-`DO` Unair," ucapnya.

Selain itu, kata Nasih, berdasar penelusuran tim akademik Unair, Dita diketahui tidak pernah aktif dalam kegiatan organisasi mahasiswa. Baik itu di senat mahasiswa, badan eksekutif mahasiwa (BEM) universitas maupun fakultas, hingga unit kegiatan mahasiswa (UKM).

"Yang bersangkutan juga bukan jemaah kajian masji kampus lingkungan Unair," ujarnya.

Dengan latar belakang tersebut, lanjut Nasih, sangat tidak relevan mengaitkan Dita dengan institusi Unair. Karena pihaknya yakin Dita punya guru atau pembimbing yang sangat berpengaruh di luar sana dibanding dosen waktu berkuliah.

Selebihnya, dia meminta semua pimpinan dan civitas academica Unair tetap bersatu dan tidak memberi peluang tumbuh kembangnya ideologi atau perilaku teror yang tidak beradab.

"Kalau ada mahasiswa yang IP-nya jelek, tolong dosen walinya mengecek sebabnya dan memberi pembinaan khusus," katanya.(yn/ant)

tag: #bom-surabaya  

Bagikan Berita ini :