PKB Ingatkan Menteri yang Nyaleg Tak Pakai Fasilitas Negara
Oleh Sahlan pada hari Sabtu, 21 Jul 2018 - 13:55:07 WIB

Bagikan Berita ini :

49Daniel Johan - UU Terorisme.jpg.jpg
Sumber foto : Istimewa
Daniel Johan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Wasekjen PKB Daniel Johan mengingatkan agar para menteri yang mencalonkan diri sebagai caleg pada Pemilu 2019 tidak mengunakan fasilitas negara saat berkampanye.

"Saya rasa Itu otomatis ya, itu kan kebijakan pemerintah dan tentu menteri harus mematuhi penuh kebijakan pemerintahan karena dia di dalam situ," kata Daniel saat dihubungi, Sabtu (21/7/2018).

Sesuai aturan undang-undang, kata Daniel para menteri wajib cuti saat melakukan kampanye.

"Ya sesuai aturan. Kan cuti ya. Itu sepenuhnya kita serahkan ke presiden, yang berhak presiden. Sejauh ini cuti," katanya.

Wakil Komisi IV DPR RI ini menyakini, a para menteri yang maju sebagai calon legislatif tidak akan menggangu kinerja pemerintah.

"Kita meyakini nggak. Karena kan memang kementerian punya mekanisme yang mapan. Waktu menteri cuti, dia ada delegasi, pasti didelegasikan," tandasnya.

Sekedar informasi total ada 7 menteri di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan nyaleg.

Ketujuh menteri tersebut berasal dari PDIP, PKB, PAN dan PPP. Untuk diketahui, menteri dari PDIP yang akan nyaleg yakni Menko PMK Puan Maharani dan Menkum HAM Yasonna H Laoly.

Sementara itu, menteri dari PKB yang akan nyaleg yakni Menpora Imam Nahrawi, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dan Menteri Desa dan PDTT Eko Putro Sandjojo.

Sedangkan dari PAN yakni Menpan RB Asman Abnur dan dari PPP yakni Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin.(yn)

tag: #menteri-jokowi  #pemilu-2019  #pkb  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING