Berita

CBA Soroti Proyek Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga di Kemen ESDM

Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Minggu, 30 Sep 2018 - 15:23:21 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

529630f715-240c-48e5-976e-3fe2a3a10f3d_169.jpeg.jpeg

Ilustrasi (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Koordinator Investigasi dari Center for Budget Analisys (CBA) Jajang Nurjaman menyoroti sejumlah proyek di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Minereal (Kemen ESDM) di tahun 2018.

Dia mengatakan, pada tahun ini setidaknya Kementerian Energi dan Sumber Daya Minereal (Kemen ESDM) menjalankan proyek Pembangunan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga yang berlokasi di empat Daerah, yakni, Kota Lhokseumawe, Kota Palembang, Kota Prabumulih, serta Kabupaten Musi Rawas.

Diungkapkan Jajang, untuk proyek ini Kemen ESDM menyiapkan pagu anggaran sebesar Rp202.914.194.000.

"Uang ratusan miliar ini guna membangun sambungan jaringan Gas ke 17.515 rumah," terang dia kepada wartawan di Jakarta, Minggu (30/9/2018).

Terkait Proyek tersebut Center for Budget Analysis memiliki sejumlah catatan.

"Pertama, ada kejanggalan dalam proses lelang. Dimenangkannya PT. Torindo Utama Sakti yang beralamat di Rukan Sedayu Square BLOK L no.58-59 Jl. Lingkar Luar Barat RT/RW. 006/012 Kel. Cengkareng Barat Kec. Cengkerang Kota Jakarta Barat patut diduga dibumbui permaianan kotor," kata dia.

Awalnya, sambung dia, pihak PT. Torindo Utama Sakti dalam proses lelang mengajukan nilai kontrak proyek sebesar Rp189.675.871.979, angka ini jauh lebih mahal dibanding tawaran PT. Noorel Idea  senilai Rp183.593.387.760.

"Bahkan dari segi nilai teknis PT. Torindo Utama Sakti kalah, meskipun kalah dari segi harga yang ekonomis dan penilaian teknis anehnya pihak Kemen ESDM tetap memenangkan perusahaan ini," ungkap dia.

Meskipun dalam perkembangannya ada perubahan nilai kontrak yang disepakati antara Kemen ESDM dan PT. Torindo Utama Sakti, terang dia, dari ajuan awal sebesar Rp 189,6 miliar menjadi Rp 183,4 miliar hal ini tidak menghilangkan indikasi permainan proyek dengan memenangkan perusahaan tertentu.

Selain itu, pihak Kemen ESDM juga terkesan asal-asalan dalam melaksanaan proyek bernilai ratusan miliar ini. Hal ini terlihat dari belum ditentukannya waktu pengerjaan yang jelas, padahal pihak mereka sudah menentukan pemenang proyek. 

Berdasarkan catatan tersebut, CBA mendorong pihak berwenang khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membuka penyelidikan terhadap proyek Pembangunan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga.

"Segera periksa pejabat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi yang berperan sebagai penyelenggara lelang serta Ignasius Jonan selaku Menteri ESDM mengingat proyek ini bernilai ratusan miliar," tutup dia. (Alf)

tag: #esdm  #kpk  

Bagikan Berita ini :

Kemendagri RI
advertisement