Setara Institute: Data Indonesialeaks Tak Bisa Dipercaya
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Kamis, 11 Okt 2018 - 18:24:08 WIB

Bagikan Berita ini :

20Hendardi.jpg.jpg
Sumber foto : Istimewa
Hendardi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Hasil investigasi IndonesiaLeaks yang menyebutkan ada dugaan keterlibatan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam perkara suap Basuki Hariman diragukan sejumlah pihak, di antaranya Setara Institute.

“Itu tak bisa dipercaya dan tak bisa pula dipertanggungjawabkan, karena IndonesiaLeaks bukan lembaga penegak hukum,” kata Ketua Setara Institute Hendardi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/10/2018).

Hendardi menuding, produk Indonesialeaks bukan produk jurnalistik dan juga bukan produk kerja lembaga penegak hukum yang layak dipercaya.

“Model kerja Indonesialeaks ditujukan untuk membuat perdebatan di tengah masyarakat yang justru rentan dimanipulasi oleh siapa saja untuk tujuan menghancurkan kredibilitas dan integritas seseorang,” ujarnya.

Mengacu pada pernyataan Ketua KPK Agus Rahardjo pada Rabu (10/10), bahwa tuduhan tersebut jelas sulit dibuktikan karena tidak memiliki rujukan dan bukti-bukti hukum yang valid.

“Memang, satu-satunya cara untuk mengakhiri perdebatan itu adalah pembuktian yang dilakukan oleh penegak hukum,” kata Hendardi.

Untuk itu, Hendardi berpesan agar Kapolri dan jajarannya tetap fokus dengan tugas pokoknya sebagai penegak hukum dan pengamanan serta pelayanan.

“Apalagi saat ini Asian Para Games, pertemuan IMF-World Bank, bencana Palu dan lain-lain menuntut konsentrasi Polri. Polri juga harus memulai antisipasi berbagai ancaman menjelang Pemilu 2019,” kata Hendardi.

tag: #kapolri-jenderal-pol-tito-karnavian  #korupsi  #kpk  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING