Berita

Ada yang Menolak Kampanye, Sandiaga Tetap Tersenyum

Oleh Radip Pradipta pada hari Selasa, 11 Des 2018 - 13:33:50 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

92Sandi Uno.jpg.jpg

Sandiaga Uno (Sumber foto : Istimewa)

LABUHAN BATU (TEROPONGSENAYAN) – Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno tetap tersenyum saat mendapati poster penolakan kampanyenya saat mengunjungi Pasar Kota Pinang, Sumatera Utara.

Ya, ketika mengunjungi pasar tersebut, pada Selasa (11/12/2018), Sandi mendapati sebuah poster dari karton putih dengan tulisan spidol dan distraples bertuliskan: “Pak Sandiaga Uno Sejak Kecil Kami Sudah Bersahabat Jangan Pisahkan Kami Gara-gara Pilpres Pulanglah!!!”.

Meski begitu, banyak pula pedagang yang menyambut kehadiran cawapres Probowo itu dengan begitu antusias.

"Jadi saya pulang aja nih?" tanya Sandi.

"Jangan," teriak puluhan orang ibu-ibu pedagang yang sudah menantinya.

Sandi pun memasuki lapak yang tergantung poster tersebut. Dia mencoba mencari orang yang memasangnya, akhirnya Sandi bertemu juga dengan pemasang poster bernama Drijon Sihotang.

"Bapak memasangnya sendiri? Kami sejak awal selalu ingin menciptakan kampanye yang sejuk, tidak memecah belah. Kampanye berpelukan Pak Drijon. Tidak ada upaya memecah belah," terang Sandi dengan lembut sambil menjabat erat tangan Drijon dan meraih pundaknya. Drijon pun terdiam tidak tahu harus berkata apa.

Yang mengejutkan, Drijon dan istrinya sempat berargumen mengenai pemasangan poster tersebut, menurut istrinya mereka diperintahkan untuk memasang poster tersebut, tetrapi menurut Drijon poster itu adalah murni aspirasinya.

"Kami dibayar pak untuk pasang poster itu," kata istrinya yang berjualan di sana.

"Tidak pak itu aspirasi kami," bantah Drijon.

Sandi pun terus melanjutkan langkahnya melihat kondisi pasar yang becek itu. Sandi berhenti di lapak Ikan Sale. Yusuf penjualnya mengaku dengan turunnya harga komoditas sawit dan karet yang menjadi pencarian utama masyarakat, menyebabkan daya beli turun.

Yusuf menjual ikan salenya satu kilogram seharga seratus ribu. Di sebelahnya Buni Yamin punya nasib sama.

Penjual tempe ini berharap pasarnya di revitalisasi dan harga kebutuhan pokok stabil, jangan naik turun seperti ini.

"Harga sayur turun pak dengan cuaca seperti ini. Tapi ada juga yang naik, seperti beras, telor dan bawang. Pasar juga kalau bisa diperbaiki pak. Kalau hujan banjir dan tergenang, seperti sekarang ini pak," kata Buni Yamin.

Menanggapi curhat tersebut Sandi menyatakan akan menampungnya. Dia juga menyatakan dirinya dan Prabowo punya program untuk membuat harga-harga kebutuhan pokok stabil dan terjangkau, juga revitalisasi pasar.

“Kami akan buat pasar nyaman untuk pembeli dan pedagang. Sehingga transaksi berjalan dengan baik. Para pedagang pasar ikut sejahtera. Soal turunnya komoditas sawit, seharusnya pemerintah hadir untuk mempertahankan komoditas ini," papar Sandi.

Usai dari pasar, Sandi menuju lokasi selanjutnya untuk mengikuti Maulid Nabi Muhammad bersama masyarakat Labuan Batu Selatan. Sandi sendiri sudah dua hari melakukan safari Maulid di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. (ahm)

tag: #sandiagauno  

Bagikan Berita ini :

Kemendagri RI
advertisement