Berita

Warga: Kami Susah Cari Premium, Yang Dijual SPBU Malah Pertalite

Oleh Mandra Pradipta pada hari Selasa, 18 Des 2018 - 21:28:42 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

62IMG-20181218-WA0022.jpg.jpg

Sandiaga Uno berdialog dengan kelompok tani Indramayu Selatan, di Desa Amis Kecamatan Cikedung, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (18/12/2018). (Sumber foto : Mandra/TeropongSenayan.dok)

INDRAMAYU (TEROPONGSENAYAN) --Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno bertemu dengan kelompok tani Indramayu Selatan, di Desa Amis Kecamatan Cikedung, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (18/12/2018). 

Kepada Sandi, mereka mengeluhkan pendapatan yang kian menurun dan harga-harga pupuk yang melambung tinggi beberapa waktu terakhir.

Salah satunya disampaikan oleh Bu Yoyok. Pengusaha kue ini mengeluhkan harga terigu yang naik dan harga gas serta kelangkaan premium di daerahnya. 

Menurut Yoyok, ini tragis. Sebab Indramayu sangat dekat dengan pengolahan minyak dan gas. 

"Gas itu katanya harga per/kg Rp16 ribu, sampai ke kami Rp 21 ribu. Di SPBU kami juga susah dapat premium, yang dijualnya malah pertalite, hidup susah Pak. Padahal katanya Indramayu kaya minyak dan gas," ungkap Bu Yoyok. 

Menanggapi hal ini, Sandi menyebut bahwa keluhan serupa juga dia temui di hampir seluruh pelosok Indonesia. 

"Jeritan Ibu Yoyok, adalah jeritan seluruh emak-emak di Indonesia. InsyaAllah Indramayu ada gas dan minyak, harusnya ketersediaan itu ada. Jika Prabowo-Sandi jadi presiden dan wakil presiden di 2019, InsyaAllah dolar turun, harga BBM dan gas juga stabil," jawab Sandi.

Selanjutnya, keluhan serupa juga disampaikan Karyadi. Pria berprofesi petani ini mengeluhkan masalah penggarapan di tanah negara. 

"Selain harga obat pertanian dan pupuk yang tidak terjangkau, kami juga butuh legalitas Pak. Sebagian dari kami adalah penggarap tanah negara. Harapan kami bertahun-tahun selama menggarap tanah, bisa diakui.Tapi sebaiknya kami dianggap penumpang gelap oleh Perhutani," kata Karyadi.

Disisi lain, Karyadi juga mempertanyakan penggunaan tanah negara yang dijadikan pabrik gula. Dia merasa pemerintah tidak berlaku adil dalam memperlakukan petani dan pengusaha.

"Padahal, di sana ada pabrik gula yang juga menggunakan tanah negara. Kami ini ingin sejahtera, bukan perusahaan saja yang sejahtera. Kami anak bangsa ingin memajukan negara. Perhutanan untuk sosial bukan cuma untuk perusahaan," tambah Karyadi berapi-api. 

Merespon keluhan tersebut, Sandi berjanji akan memperhatikan semua keluhan warga. 

Mantan Wakil Gubernur DKI ini juga akan memperbaiki irigasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Petani pemilik sawah dan petani penggarap lahan hutan, ke depan InsyaAllah lahan hutan Indramayu untuk kesejahteraan rakyat Indramayu. Irigasi juga akan memadai. Pemasaran produk-produk pertanian akan diterima dengan baik. Pupuk, obat, bibit terjangkau. Jika kami terpilih sebagai pelayan masyarakat Indonesia," ucap Sandi. (Alf)

tag: #sandiagauno  

Bagikan Berita ini :