Opini

Innalilahi Mas Romi

Oleh Nasruddin Djoha pada hari Jumat, 15 Mar 2019 - 14:57:18 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1552636638.jpg

Ketum PPP Romahurmuzy (Rommy). (Sumber foto : Ist)

“Innalillahi wainna ilaihi rojiun.” Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan kepada Allah lah kita akan kembali. 

Kita hanya bisa mengucap kalimat itu ketika mendengar kabar Ketua Umum PPP Romahurmuziy ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pagi ini.

Ucapan itu diajarkan kepada kita, khususnya umat Islam ketika mendapat musibah. Penangkapan Romi adalah musibah besar. Bukan buat Romi, tapi buat PPP yang dipimpinnya. Juga buat Pak Jokowi dan Kyai Ma’ruf yang didukungnya. 

Pak Jokowi dan tim brandingnya akan kesulitan menjelaskan kepada publik, tagline mereka “Orang baik, pilih orang baik?” Jangan kaget kalau nanti ada yang mengubahnya “Orang jahat, pilih orang jahat!”

Bagaimana dengan Romi sendiri? Kalau kita kembali ke terminologi agama, itu bukan musibah. Bisa jadi berkah tersembunyi. Allah SWT sayang dia. Umurnya masih muda. 45 tahun. Mumpung belum terlalu banyak berbuat dosa. Berbuat kerusakan. Allah SWT memperingatkannya.

Bayangkan kalau orang seperti Romi dibiarkan tanpa peringatan keras. Dosanya terlampau banyak, sementara pintu taubat tertutup. Mending seperti sekarang. 
Jadi jangan buru-buru menganggap ini musibah bagi Romi. Apa yang buruk di mata manusia, belum tentu buruk di mata Allah. Begitu juga sebaliknya. Woles saja mas. 

Kejadian seperti ini sebenarnya sudah bisa diduga jauh-jauh hari kok. Cuma kita saja yang tidak tahu, bagaimana wujudnya. Sejak peristiwa Romi meminta Kyai Maimoen Zubair meralat doa untuk Pak Jokowi. Apalagi dia sampai berani mengejar Mbah Moen sampai ke kamar pribadi.

Bagi yang pernah hidup dan paham budaya di pesantren, apa yang dilakukan oleh Romi sangat tidak pantas. Su’ul Adab. Tidak tahu sopan santun, tata krama menghormati seorang kiai besar sekelas Mbah Moen. Ngeri……

Seorang kyai sepuh seperti Mbah Moen itu semua kata-katanya harus ditaati, tidak boleh dibantah, apalagi diralat. Idu geni, ludah api. Jangan pernah sekali-kali membantah seorang kyai. 

Sudah menjadi pegangan semua santri, para kyai itu dalam bahasa Jawa, malati. Bisa kualat kalau kita membantah, apalagi melawannya. Kalau nilai ini dilanggar, kita tinggal menunggu waktu menuai buah yang kita tanam.  Ngunduh wohing pakarti. Setiap orang akan mendapat balasan sesuai dengan tindakannya.

Sebelum belajar ilmu yang lain, biasanya seorang santri harus paham seluruh  isi kitab Ta’lim al-Muta’allim Thariq al-Ta’allum, yang ditulis Syeikh al-Zarnuji. Ini yang barangkali sudah dilupakan Romi.

Kitab ini menekankan aspek nilai adab, baik adab batiniyah maupun adab lahiriyah, dalam pembelajaran. Kitab ini mengajarkan, pendidikan bukan sekedar transfer ilmu pengetahuan dan ketrampilan, namun paling penting adalah transfer nilai adab.

Jadi adab jauh lebih penting dibanding kecerdasan. Cerdas tapi tidak punya adab, adalah sebuah malapetaka.

Bukan kali ini saja Romi terbelit dugaan kasus suap. Namun dia selalu lolos. Pada bulan Agustus 2018 Wakil Ketua KPK Saut Sitomorang mengatakan lembaganya tengah menelusuri keterlibatan Romi dalam suap dana perimbangan daerah pada RAPBN tahun 2018.

Pada tahun 2013 seorang tersangka kasus suap impor sapi Yudi Setiawan menyebut nama Romi di Pengadilan Tipikor Jakarta. Romi saat itu menjadi Ketua Komisi V DPR disebut menerima suap sebesar USD 130.000 dalam proyek pengadaan benih jagung.

Beberapa kasus ini diduga menjadi penyebab Romi buru-buru mencari perlindungan ke Jokowi. Dia harus menunjukkan kepada Jokowi loyal dan bisa diandalkan. Romi tersandera kasus.

Mas Romi beristirahatlah sejenak dari hiruk pikuk dunia politik. Coba renungkan kembali, apakah benar ini yang Anda cari ketika terjun ke dunia politik?  

Tidak ada salahnya minta keringanan kepada petugas KPK. Minta diberi waktu sungkem ke Mbah Moen. Menunduk takzimlah, cium tangan kiai sepuh itu. Minta maaflah dan jangan lupa istighfar sebanyak-banyaknya.

Dunia yang fana ini sifatnya hanya sementara. Gak usah gitu-gitu amatlah…
Tabir! (*)

Disclaimer : Kanal opini adalah media warga. Setiap opini di kanal ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

tag: #ppp  #romi  

Bagikan Berita ini :