Ketua Fraksi PKS: Yuk! Kokohkan Parlemen Sebagai Penyambung Aspirasi Rakyat

Oleh Mandra Pradipta pada hari Rabu, 16 Okt 2019 - 15:15:42 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1571213742.jpg

Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini di Ruang Fraksi PKS, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Memperingati Hari Parlemen Indonesia 16 Oktober 2019, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengajak seluruh anggota DPR dan Fraksi-fraksi di Senayan mengokohkan parlemen sebagai penyambung aspirasi rakyat yang kuat dan produktif. 

"Anggota parlemen adalah wakil rakyat, maka sudah semestinya pikiran, ucapan, tindakan dan keputusannya harus mencerminkan aspirasi, kebutuhan, dan kepentingan rakyat," ungkap Jazuli, di Senayan, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Ajakan ini, lanjut Jazuli, sebagai langkah awal untuk memperbaiki kinerja dewan lima tahun yang akan datang.

"Awal periode ini harus menjadi momentum untuk perbaikan kinerja DPR dengan membuka lebar-lebar mata dan telinga setiap anggota dewan atas realitas permasalahan rakyat," ungkapnya.

Menurut Anggota DPR empat periode ini, kebutuhan rakyat saat ini yang harus direspon dengan kebijakan negara yang tepat adalah bagaimana pemenuhan kebutuhan dasar dan pelayanan publik semakin baik.

"Apa contohnya? Harga-harga kebutuhan pokok, tarif dasar listrik, bahan bakar minyak, biaya berobat (bpjs), biaya pendidikan, jangan terus-terusan naik dan memberatkan rakyat kecil. Sebaliknya, lapangan kerja dan jaminan penghidupan yang lebih mudah dengan payung undang-undang serta kebijakan yang lebih konkrit dan eksekutorial," tegasnya.

Fraksi PKS sendiri telah membuktikan selama lima tahun yang lalu ketika pintu dewan dibuka lebar-lebar dengan program "Hari Aspirasi Rakyat", masyarkat berbondong-bondong datang menyampaikan aspirasinya dan anggota dewan PKS wajib menindaklanjuti dengan mediasi, fasilitasi, hingga penyelesaian konkrit. Ke depan, program ini akan kita perkuat.

"Fraksi PKS juga konsisten menolak setiap kebijakan penaikan harga-harga yang memberatkan rakyat kecil serta mengkritisi kebijakan yang berlawanan dengan kemandirian bangsa seperti kebijakan hutang negara yang kian membengkak,  kebijakan impor komoditas kebutuhan pokok, dan lain-lain. Inilah peran-peran parlemen sebagai penyeimbang dalam kerangka checks and balances yang konstruktif," pungkas Jazuli. (Alf)

tag: #pks  #dpr  

Bagikan Berita ini :