Oleh Sahlan_ake pada hari Selasa, 31 Mar 2020 - 18:30:20 WIB
Bagikan Berita ini :

Jokowi Kucurkan Rp405,1 Triliun, Demokrat: Itu Hasil Hutang IMF Atau Realokasi Anggaran?

tscom_news_photo_1585654220.jpg
Irwan politikus demokrat (Sumber foto : Dokumen)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Presiden Jokowi mengucurkan dana senilai Rp 405,1 triliun untuk kesehatan, keamanan sosial, insentif perpajakan, hingga kredit usaha rakyat dalam menangani dampak virus Corona atau Covid-19.

Keputusan ini pun dipertayakan oleh Anggota DPR Fraksi Demokrat Irwan. Dirinya pun mengusulkan agar DPR menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang(Perppu) Kebijakan Keuangan dan Stabilitas Sistem Keuangan itu jika realokasi anggaran itu bukan untuk membiayai kehidupan rakyat akibat gerak hidupnya dibatasi.

"Realokasi anggaran ini lebih banyak untuk menyelamatkan perekonomian nasional dibanding menyelamatkan nyawa manusia akibat Covid-19," kata Irwan dalam pesan singkatnya, Selasa (31/3/2020).

Dari 405 triliun, kata Irwan, hanya 75 triliun untuk kesehatan. Seharusnya dana untuk kesehatan lebih tinggi ditengah ketidak siapan rumah sakit, seperti perlengkapan medis dan alat perlindungan tenaga medis. Kelangkaan masker dan hand sanitizer di masyarakat.

"Seharusnya tetapkan dulu karantina wilayah di daerah yang berbahaya kemudian program perlindungan sosial dan ekonominya baru bisa optimal dan tepat sasaran. Jadi yang dilindungi sosial dan dipulihkan ekonominya adalah bener-benar daerah yang di karantina wilayah karena wabah covid-19," ucapnya.

Lebih jauh Anggota Komisi V DPR RI ini juga meminta Presiden Jokowi terbuka dari mana dana penambahan untuk penanganan Covid-19 ini.

"Pemerintah harus terbuka penambahan biaya 405 triliun untuk penanganan Covid-19 itu darimana? Dari utang atau realokasi atau kedua-duanya. Kalau dari utang harus di jelaskan kepada rakyat utang dari mana dengan bunga berapa dan ada klausul syaratnya apa tidak, mengingat IMF adalah buisness oriented. Jangan sampai mengulang kasus 1998, IMF kasi banyak syarat," tegasnya.

Pemerintah Indonesia mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp405,1 triliun untuk mengendalikan penyebaran virus corona (SARS-CoV-2) di Indonesia. Anggaran tersebut juga digunakan untuk meredam dampak ekonomi dari pandemi virus tersebut.

Jokowi menjabarkan bahwa Rp75 triliun dari anggaran itu akan dialokasikan untuk belanja bidang kesehatan. Sebanyak Rp110 triliun untuk perlindungan sosial atau bantuan sosial. Kemudian Rp70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat.

“Sebesar Rp150 triliun untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional termasuk restrukturisasi kredit serta penjaminan pembiayaan dunia usaha, terutama usaha mikro, usaka kecil, dan usaha menengah,” kata Jokowi melaluivideo conferencedari Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/3/2020).

tag: #corona  #virus-corona  #jokowi  #partai-demokrat  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement