Oleh Alfin Pulungan pada hari Minggu, 05 Apr 2020 - 16:40:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Banyak Tenaga Medis yang Gugur, Legislator PAN Ungkap Masih Ada RS Rujukan yang Kekurangan APD

tscom_news_photo_1586079267.jpg
Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-- Pasukan medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan virus korona atau Covid-19 kian banyak yang wafat. Peran dengan tugas yang kerap berinteraksi langsung dengan pasien Covid-19 menjadi awal penyebab dari gugurnya tenaga medis.

Belum lagi keterbatasan Alat Pelindung Diri (APD) bagi paramedis membuat keselamatan mereka terancam karena menempatkan para pejuang di garis depan ini dalam risiko tinggi untuk tertular.

Hingga kini, dilaporkan ada 17 dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan dan 5 dokter gigi yang meninggal dunia. Meski demikian, para dokter dan tenaga medis tetap semangat. Moral dan mental mereka masih tetap kokoh dan kuat untuk tetap bertarung.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi Kesehatan (Komisi IX) DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, meminta pemerintah untuk memperhatikan secara sungguh-sungguh para dokter dan tenaga medis yang berjuang melawan virus korona.

Saleh mengungkapkan, banyaknya dokter dan tenaga medis yang meninggal diduga karena lemahnya perlindungan saat mereka menjalani tugas. Terbukti, banyak sekali dari mereka yang bertugas tanpa APD yang memadai dan standar. Hal ini menjadi fenomena yang riskan mengingat wabah korona makin mengkhawatirkan.

“Para dokter, tenaga kesehatan, dan petugas kesehatan adalah manusia biasa. Mereka juga mengikuti pemberitaan yang ada dari berbagai belahan dunia. Sama dengan kita, mereka tentunya ada perasaan takut dan khawatir. Sementara tugas-tugas yang menanti mereka belum tahu akan berakhir sampai kapan," kata Saleh saat dikonfirmasi TeropongSenayan, Ahad (5/4/2020).

Kondisi tersebut tentu tak wajar jika dianggap sesuatu yang biasa. Kurangnya perangkat keselamatan bagi tim medis meniscayakan timbulnya petaka bagi mereka, dan petaka itu datang saat segala faktor penunjang keselamatan tak tercukupi.

Untuk itu, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengingatkan, sebaiknya pemerintah lebih memperhatikan pengamanan mereka ketika bertugas. Alat pelindung diri dan alat kesehatan yang standar perlu dipersiapkan secara lengkap.

Teropong juga: Banyak Paramedis Meninggal, PPP Serukan Persatuan Semua Pihak

Tak berhenti dari penyediaan, Saleh juga mengingatkan tentang pentingnya pembagian APD dan perangkat kesehatan yang merata ke sejumlah rumah sakit (RS) yang menjadi rujukan penanganan wabah ini. Pasalnya, Saleh mengungkapkan, masih ada beberapa RS yang tidak memiliki alat kesehatan yang cukup untuk menangani pasien Covid-19.

Keadaan itu juga lah yang pada Jumat (3/4) kemarin, seorang pasien berstatus dalam pengawasan di RSUD Padang Sidimpuan meronta menahan sakit karena kurangnya kebutuhan alat medis. Akibatnya, pihak RS tak mampu menangani secara maksimal hingga pasien tersebut meninggal setelah sebelumnya sempat dirujuk ke RS Adam Malik Medan.

“Salah satu yang paling disorot adalah APD. Saat ini, ketersediaannya masih sangat terbatas. Ada banyak RSUD yang melaporkan bahwa mereka tidak memiliki APD. Bahkan, saya dengar, ada RS rujukan yang tidak berani menerima pasien karena alkes dan APD mereka tidak lengkap," ungkapnya.

Kebutuhan alat medis yang lengkap, lanjut Saleh, sangat diutamakan agar mereka yang bertugas merasa nyaman dan terlindungi saat bekerja. Oleh karenanya, APD dan alat kesehatan harus dibagikan secara distributif ke seluruh Indonesia.

“Jika saat ini para dokter kita masih tetap berjuang, itu lebih pada panggilan moral. Keteguhan hati mereka untuk menuntaskan kerja-kerja kemanusiaan di depan mata," ungkap mantan ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah ini.

"Saya yakin, pemerintah kita sedang mengerjakan hal itu. Namun kita perlu mendorong agar prosesnya dipercepat. Sebab, masyarakat yang terpapar virus corona semakin banyak. Selain berupaya memutus mata rantai penyebarannya, kita juga tentu harus memastikan adanya penanganan yang baik bagi mereka yang terpapar," tambahnya manandaskan.

tag: #corona  #petugas-medis  #komisi-ix  #saleh-daulay  #pan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Berita

PM Malaysia Bantah Isu Berobat ke Singapura

Oleh Aries Kelana
pada hari Kamis, 28 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – baru-baru ini sejumlah gosip berhembus yang mengatakan bahwa Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin tengah menjalani pengobatan di Singapura. Di negeri Singa ...
Berita

Anggota DPR Ini Sebut Ada Empat Poin Kemudahan Bagi UMKM di RUU Cipta Kerja, Apa Saja?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi VI DPR RI Mukhtarudin mengungkapkan, Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja akan memberi kemudahan dan perlindungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah ...