Oleh Alfin Pulungan pada hari Kamis, 09 Apr 2020 - 10:34:16 WIB
Bagikan Berita ini :

Kakorlantas Bantah Pihaknya Bolehkan Ojol Bawa Penumpang

tscom_news_photo_1586398119.jpg
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Istiono (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Peraturan Gubernur DKI Jakarta tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menanggulangi wabah Covid-19 telah menyatakan pelarangan terhadap ojek online (ojol) agar tidak membawa penumpang selama musim pandemi korona. Namun, hari ini (9/4), diberitakan bahwa Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tidak melakukan pelarangan bagi ojol untuk membawa penumpang.

Mengutip laman Kompas, Kepala Bagian Operasional Korlantas Polri, Kombes Pol Benyamin mengatakan bahwalarangan berboncengan hanya diberlakukan khusus bagi pemudik menggunakan sepeda motor.

"Dari Korlantas tidak ada. Kalau dalam kota, tetap boleh boncengan. Termasuk ojol juga masih bisa angkut penumpang," kata Kombes Benyamin, kemarin (8/4).

Namun saat dikonfirmasi, Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Istiono menegaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan pernyataan untuk membolehkan ojol membawa penumpang. Dia menyebut bahwa berita yang dikutip dari Kombes Pol Benyamin tidak utuh karena sebelumnya dia sudah menginstruksikan kepada jajarannya untuk melaksanakan protokol Covid-19 sebagai tindak lanjut dari peraturan pemerintah.

"Itu kurang pas mengutipnya, standar pencegahan penyebaran Covid-19 saya mendorong agar sementara ini ojol satu orang saja tidak ada penumpang, cukup antar barang," kata Istiono kepada TeropongSenayan, Kamis (9/4/2020).


TEROPONG JUGA:

> Penerapan PSBB Di DKI Jakarta, PDIP Minta Pemprov DKI Membantu Ojol

> Anies: Warga Jakarta Yang Langgar PSBB Akan Dikenakan Sanksi


Istiono menegaskan Korlantas Polri tidak berwenang memberikan izin bagi ojol membawa penumpang karena aturan tersebut merupakan wewenang pihak Pemprov DKI Jakarta. Dia mengatakan bahwa wewenang Korlantas Polri hanya memberikan anjuran saja kepada pengguna jalan sebagai tindak lanjut peraturan pemerintah tersebut.

"Untuk PSBB itu kewenangan Gubernur untuk tetapkan aturan. Kalau Korlantas sifatnya imbauan dan anjuran saja (untuk) pencegahan Covid demi keselamatan dan kesehatan bersama memotong penyebaran corona tersebut," kata Istiono.

Untuk diketahui, dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar ada ketentuan bahwa sepeda motor tidak boleh digunakan berboncengan. Peraturan ini juga berlaku untuk pengemudi ojek online. Para pengemudi ojek online hanya boleh mengantar barang atau makanan.

tag: #psbb  #korlantas-polri  #dki-jakarta  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Berita

Ombudsman Turun Tangan Atas Pemecatan 109 Tenaga Medis di Ogan Ilir

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 26 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Lembaga pengawasan Ombudsman Perwakilan Sumatera Selatan menyelidiki pemecatan terhadap 109 tenaga kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Ogan Ilir oleh bupati setempat pada 21 ...
Berita

Anies Tak Ingin Ada Gelombang Kedua Covid-19 di DKI

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan arus warga  ke luar-masuk wilayah Provinsi DKI Jakarta di masa perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan ...