Oleh Sahlan Ake pada hari Selasa, 05 Mei 2020 - 11:40:09 WIB
Bagikan Berita ini :

Didi Kempot Dimata Andreas Hugo Pareira

tscom_news_photo_1588653576.jpeg
Didi Kempot (Sumber foto : Istimewa)

Didi Prayitno atau lebih populer dengan Didi Kempot dikenal oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Kalau orang Jawa, atau keturunan Jawa hampir pasti kenal Didi Kempot.

Beliau adalah seorang artis besar, seorang seniman grass root yang mampu menembus strata sosial Penggemar seni musik di semua lapisan, dari pedagang di pasar, pengusaha besar sampai para menteri kabinet bahkan presiden pun mengenal Didi Kempot dengan musik khas Campur Sari melankolik nya.

Masih kuat dalam ingatan saya, ketika Didi Kempot mentas pada acara pembukaan Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan, 10 Januari 2020 di JI Expo Kemayoran. Suara bariton yang khas melengking dari sang “Godfather of Broken Heart” seolah menghipnotis kurang lebih sepuluh ribuan peserta Rakernas yang nota bene kader2 PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia baik yang Jawa, keturunan Jawa yang mengerti bahasa Jawa maupun yang non Jawa.

Yang Jawa ikut melantunkan setiap lagu yang dinyanyikan sang Godfather, yang non Jawa ikut mendayu-dayu dalam alunan musik melankolik khas Didi Kempot. Saya terpana menyaksikan, dari pengurus partai daerah, elit partai nasional, para udangan, para menteri kabinet bahkan presiden Jokowi ikut larut dalam alunan musik Didi Kempot.

Saya yang non Jawa, asli Flores NTT pun ikut larut menikmati lagu2 Didi Kempot seperti Solo Balapan, Pamer Bojo Anyar.
Didi Kempot telah pergi ditengah pandemi Covid19 sedang mengganas, dimana Didi Kempot pun dengan caranya ikut berkontribusi bernyanyi mengumpulkan dana amal, ikut mengajak masyarakat untuk tidak mudik melalui lantunan lagunya.

Didi Kempot berjuang melawan Covid-19. Sang Godfather of Broken Heart, Lord Didi, sang Maestro musik Campur Sari meninggalkan kita dalam perjuangan melawan Covid-19. Pesannya, mari kita lanjutkan perjuangan Didi Kempot melawan Covid-19. Selamat jalan Lord Didi. Semoga yang terbaik untuk mu.

Penyanyi campursari Didi Kempot meninggal dunia di Solo, Jawa Tengah, Selasa (5/5/2020).

Didi Kempot diketahui meninggal dunia pada usia 53 tahun pukul 07.30 WIB. Hal ini disampaikan Lilik, kakak kandung Didi Kempot.

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #pdip  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Opini

Perekonomian Dunia Tidak Akan Sama Lagi dengan Sebelum Pandemi

Oleh Andi Rahmat, Pelaku Usaha, Mantan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI
pada hari Senin, 25 Mei 2020
Pandemi Covid-19, sebagaimana yang dinyatakan kolumnis CNN, Nic Robertson dalam artikelnya, “The Pandemic Could Reshape The World Order” (CNN,23/05/2020 ) bahwa pandemi tidak hanya ...
Opini

Tradisi Halal Bihalal dan Makna Kata Maaf Presiden

Mengapa di Indonesia ada tradisi #halalbihalal yang tidak ada di negeri lain? Tradisi Halal bihalal telah berdampak sosial & politik dalam masyarakat. Secara sosial kehidupan bernegara lebih cair ...