Oleh Rihad pada hari Sabtu, 08 Agu 2020 - 19:52:51 WIB
Bagikan Berita ini :

KASAD Diangkat Jadi Wakil Ketua Komite Pelaksana Penanganan COVID-19, Ada Apa?

tscom_news_photo_1596891174.jpg
Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa telah ditetapkan menjadi Wakil Ketua Komite Pelaksana Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Apa alasannya? Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menjelaskan alasannya. "Pelibatan Kasad itu agar lebih teknis juga mengatur karena selama ini juga penanganan COVID-19 tidak cukup hanya dilaksanakan oleh komite sehingga di situ Polri dan TNI sejak awal secara aktif sudah ikut, misal dalam pembagian bansos," kata Mahfud MD saat konferensi pers secara virtual, Sabtu (8/8).

Pembagian bantuan sosial, kata dia, jika hanya mengandalkan birokrasi yang ada tanpa keterlibatan TNI/Polri akan sulit pelaksanaannya di lapangan. "Misalnya, ada yang kisruh tentang daftar, ada yang nyeleweng ke sana kemari, itu TNI dan Polri diikutkan. Pun pengamanan-pengamanan di tengah masyarakat terhadap protokol kesehatan. Selama ini "kan juga Polri dan TNI sudah diikutkan," katanya.

Mahfud menyampaikan pentingnya keterlibatan TNI/Polri karena serangan dan dampak COVID-19 sedemikian masif dan harus ditangani bersama. Apalagi, sifatnya untuk kemanusiaan, lanjut dia, sejalan dengan tugas TNI yang dalam perundang-undangan memiliki tugas melaksanakan operasi militer selain perang.

"Coba bayangkan tidak ada TNI/Polri? Ketertiban terhadap penanganan atau ketertiban dalam perang melawan COVID-19 ini "kan agak berat kalau tidak ada Polri dan TNI yang mengamankan orang yang melanggar di jalan, tidak tertib mengadakan kerumunan-kerumunan, dan itu harus diberi tahu, dibubarkan," ujarnya.

Selain itu, Mahfud menyebutkan TNI/Polri memiliki sistem dan armada yang cepat berkoordinasi yang sangat dibutuhkan dalam penanganan COVID-19, seperti melakukan penjemputan warga negara Indonesia (WNI) dan obat-obatan dari luar negeri.

"Termasuk, misalnya, menjemput WNI di luar negeri kan TNI semua, pesawatnya, kemudian mengambil obat, pakai kapal-kapal TNI Angkatan Laut. Semua kita kerahkan semua karena kita itu mempunyai konsep hankamrata, pertahanan dan keamanan rakyat semesta. Semua yang ada kita gunakan bersama-sama," katanya.

Smentara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa menyatakan pasien positif COVID-19 di Sekolah Calon Perwira (Secapa) AD saat ini tinggal 71 orang.

"Hasil lab PCR (polymerase chain reaction) dari "swab" lanjutan pasien di Secapa AD sejak Jumat (7/8) kemarin sampai pagi (8/8) ini ada 21 pasien lagi yang dinyatakan negatif," kata Andika, melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Dengan terus bertambahnya pasien di Secapa AD yang negatif COVID-19, kata dia, total pasien positif COVID-19 dari semula 1.308 orang telah berkurang menjadi 1.237 orang.

Secara persentase, Kasad menyebutkan pasien yang sudah negatif COVID-19 sebesar 94,6 persen. "Pasien positif COVID-19 menjadi tinggal 71 orang atau 5,4 persen," ucapnya.

Sementara itu, total perwira lulusan Secapa AD pendonor terapi "plasma convalesence" sampai dengan pagi ini berjumlah 43 orang. Namun, proses "screening" gelombang berikutnya masih terus berjalan.

Dalam mendukung penanganan COVID-19, Kasad juga sudah menjalin kerja sama terkait penelitian yang dilakukan oleh RS Unair terkait obat COVID-19.

Pada Kamis (16/7) lalu, laboratorium PCR kedua mulai dioperasikan yakni di RS TNI AD Sariningsih, Bandung, untuk mempercepat pelayanan pemeriksaan spesimen hasil tes usap di Bandung dan sekitarnya, setelah pengoperasian laboratorium PCR di RSPAD Gatot Soebroto.

Selain itu, Kasad juga telah meminta Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Kapuskes AD) Brigjen TNI Asrofi Sueb Surachman mempercepat koordinasi pelaksanaan uji klinis kombinasi obat COVID-19 dengan seluruh Kepala Rumah Sakit TNI Angkatan Darat.

tag: #covid-19  #tnipolri  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
TStrending
#1
Editorial

Musyawarah Mufakat, Aklamasi, Atau Voting

Oleh
pada hari Selasa, 02 Des 2014
DALAM setiap majelis atau perjamuan besar, pasti ada persoalan bersama yang dibahas. Dan, nantinya akan menjadi sebuah ketetapan bersama. Persoalan bersama itu antara lain membahas program kerja, ...
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

FMB Desak Pemerintah Tunda Pilkada 2020

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 22 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Mantan Ketua Pansus Pemilu Ferry Mursyidan Baldan (FMB) mengingatkan pemerintah untuk tidak memaksakan Pilkada serentak 2020 digelar tahun ini sampai ada kepastian pandemi ...
Berita

Komite II DPD RI Gali Informasi Terkait RUU Penanggulangan Bencana

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Komite II DPD RI menilai ada beberapa permasalahan terkait draft RUU tentang Penanggulangan Bencana. Secara umum, usulan perubahan dalam RUU tentang Penanggulangan Bencana ...