JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Mungkin tak banyak publik yang tahu nama Fahrur Razi, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2014-2019 asal Aceh. Namun, di daerah asalnya dia cukup dikenal lantaran pernah jadi juru bicara partai lokal di daerah tersebut.
"Saya ini dipercaya sebagai Komite I DPD. Sebelumnya di percaya sebagai juru bicara partai lokal di Aceh dan juga sebagai staf Gubernur Aceh," kata Fahrur saat berbincang dengan TeropongSenayan di kompleks gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2015).
Fahrur menceritakan, saat menimba ilmu di Universitas Indonesia (UI) sempat menjadi aktivis yang sering demo.
"Kerjaan saya dulu demo-demo di depan Senayan sekarang masuk dalam Senayan itu saja bedanya," ungkapnya.
Sewaktu menjadi mahasiswa, kata Fahrur, dia sering memperjuangkan aspirasi rakyat. Namun saat terpilih menjadi anggota DPD untuk merealisasikan keinginan masyarakat itu bukan persoalan yang mudah, banyak tantangannya.
"Ternyata masuk sistem itu harus merubah sistem. Prinsipnya kita tidak bisa masuk dalam sistem kalau kita tidak merubah sistem. Tetapi ketika masuk sistem, sistemnya ancur-ancuran ini menjadi tantangan sebenarnya," terang dia.
Dengan begitu, Fahrur menekankan perlunya keberanian untuk merubah sistem yang ancuran-ancuran saat ini. "Karena orang baru itu bisa membawa perubahan, dan saya yakin saya bisa merubah sistem itu bisa jadi lebih baik lagi," tegasnya.(yn)