Opini
Oleh Emka Abdulah pada hari Minggu, 16 Nov 2014 - 12:37:59 WIB
Bagikan Berita ini :
Harus Ada Kebijakan Proteksi

Fuad : Jokowi Jangan Obral Negara ke Asing

43Fuad Bawazier 004.jpg
Mantan Menkeu Fuad Bawazier (Sumber foto : Eko S Hilman)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Gaya diplomasi Presiden Joko Widodo di luar negeri yang mengajak para investor asing masuk ke Indonesia secara terbuka mengundang banyak kritik. "Mestinya Jokowi cari strategi jual produk dan jasa yang kita hasilkan, bukan sibuk menjual Indonesia," ujar mantan Menteri Keuangan era Soeharto, Fuad Bawazier kepada Teropongsenayan, Minggu (16/11/2014).

Fuad menyesalkan cara-cara Jokowi menjanjikan segala kemudahan bagi investor asing untuk menanamkan modalnya. Pasalnya, diplomasi Jokowi yang disampaikan di APEC CEO Summit Beijing Tiongkok, beberapa hari lalu dianggap sebagai cara pintas menjual negeri.

Mantan politisi Partai Hanura ini mengingatkan Presiden Jokowi selain memberi kemudahan juga harus memberlakukan syarat-syarat ketat dalam rangka proteksi terhadap kepentingan dalam negeri. "Ingat, Jepang, Korsel, Taiwan, dan Cina itu maju karena mengekspor produk-produknya," tutur dia lagi.

Kalau Jokowi akan mengundang investor asing untuk menggandeng pengusaha lokal, lanjut Fuad lagi, baik BUMN atau swasta nasional, tentu harus dibarengi dengan kebijakan yang membuat rambu yang bersifat protektif. "Jadi bukan dengan cara menjual negerinya secara telanjang kepada asing," tegasnya.

Fuad juga mengingatkan agar Presiden Jokowi tidak terbuai dengan pujian pihak asing atas pidato tanpa teks berbahasa Inggris Jokowi di APEC CEO Summit Beijing Tiongkok itu. (ec)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #Fuad  #Politisi  #DPR  #Hanura  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
Opini Lainnya
Opini

“Perang Sudah Berakhir”? Membongkar Narasi, Data, dan Kepentingan di Balik Klaim Donald Trump

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Minggu, 03 Mei 2026
Pernyataan Presiden Donald Trump bahwa perang melawan Iran telah “berakhir” bukan sekadar klaim politik. Ia adalah pintu masuk untuk membaca bagaimana kekuasaan bekerja: melalui bahasa, ...
Opini

Menjemput "Abad Asia": Menguji Kesiapan SDM Indonesia di Tengah Pergeseran Geopolitik Global

*JAKARTA, TeropongSenayan* – Memasuki kuartal kedua abad ke-21, dunia sedang menyaksikan pergeseran tektonik yang tak terelakkan. Pusat gravitasi ekonomi dan politik global secara konsisten ...