Berita

KAHMI Pastikan Tak Akan Berpolitik Praktis

Oleh Alfian Risfil pada hari Minggu, 11 Mar 2018 - 20:37:38 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

81Siti-Zuhro-Alfian.jpg

Kiri ke kanan; Ahmad Doli Kurnia (Presidium), Prof. R. Siti Zuhro (Koordinator Presidium), Manimbang Kahariady (Sekjen MN KAHMI) dan Ahmad Nasir Biasane (Ketua Panitia Pelantikan) saat‎ Konpers MN KAHMI di Serambi Puri Agung Hotel Grand Sahid Jaya, Minggu (11/32018) malam. (Sumber foto : Alfian Risfil/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Koordinator Presidium ‎Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Siti Zuhro‎ menegaskan, pihaknya tidak akan memihak kepada partai politik tertentu di Pemilu 2019.
‎‎
"Independensi KAHMI membuatnya tidak memihak kepada salah satu partai, organisasi keagamaan, atau organisasi lain manapun. KAHMI tidak berpolitik praktis," kata Siti saat jumpa pers di acara Pelantikan Pengurus MN KAHMI periode 2017-2022 ‎di Grand Sahid, Jakarta, Minggu (11/3/2018).

Meski demikian, kata Siti, tidak berarti KAHMI buta politik. Sebagai warga negara dan insan cendekia, KAHMI memiliki kewajiban untuk turut membangun bangsa dan negara. KAHMI berkewajiban untuk menjaga dan merawat NKRI.

"Sebagai Muslim, KAHMI berkewajiban menegakkan amal makruf nahi munkar, termasuk dalam politik. Tetapi, politik KAHMI bukan politik praktis, melainkan politik moral yang menekankan pada nilai-nilai," ungkapnya.‎

"KAHMI adalah organisasi kekeluargaan atau wadah paguyuban alumni HMI, para cendekia yang bersifat independen. KAHMI ada karena adanya HMI. Oleh karena itu, sebagai organisasi kekeluargaan, penting bagi KAHMI untuk saling memperkuat ukhuwah Islamiyah bangsa," katanya.‎

Lebih jauh, dijelaskan Siti, anggota KAHMI yang tersebar di seluruh Indonesia ibarat pelangi yang membentang dari Sabang sampai Merauke, warna warni bidang keahlian, profesi, dan afiliasi politik serta organisasinya.

"Kekuatan yang mengikat alumni HMI adalah kesamaan nilai Islam sebagai pedoman hidup," tandasnya.‎(yn)

tag: #kahmi  

Bagikan Berita ini :