Berita
Oleh M Anwar pada hari Selasa, 20 Mar 2018 - 11:44:48 WIB
Bagikan Berita ini :

ICW Nilai Tagline Golkar Bersih Belum Tampak

84donal.jpg
Donal Fariz (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz berpendapat, tagline 'Golkar Bersih' hingga kini masih belum tampak jelas. Pasalnya, sejumlah polemik di internal partai beringin itu hingga saat ini tak kunjung direalisasikan, seperti keluar dari Pansus Hak Angket.

"Tagline itu sebenarnya bagus, 'Golkar 'Bersih' sebagai antitesis dari Golkar sebelumnya. Yang dulu katakanlah hitam warnanya, antitesisnya tentu putih. Itulah kira-kira yang mau dihadirkan," ucap Donal di Jakarta, Senin (19/3/2018).

"Bagaimana realitas hari ini? Saya membahasakan Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto itu akomodatif terhadap semua kelompok, tanpa melihat record," imbuhnya.

Donal mencontohkan, banyak kader Golkar dari kubu Setya Novanto masih mengisi jabatan strategis di lingkup DPR dan MPR.

"Ada kelompok Kahar Muzakir yang menjadi ketua Komisi III, kemudian ada Mekeng yang kemudian menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar. Itu kalau lihat kan sebenarnya adalah kubu yang mempresentasikan kubu Setya Novanto," tuturnya

"Hari ini saya baru baca berita online tadi Titiek Soeharto juga menggantikan Wakil Ketua MPR RI. Jadi paling tidak dua pihak diakomodasi, tentu pasti kubu Pak JK (Jusuf Kalla) juga akan diakomodasi," paparnya.

Maka dari itu, Donal menilai upaya Airlangga untuk membuat Golkar menjadi bersih masih jauh dari harapan. Politik akomodatif yang dilakukan Airlangga saat ini justru membuat identitas Partai Golkar semakin tidak jelas.

"Saya melihat struktur partai maupun orang-orang yang diberikan tanggung jawab di eksternal partai seperti posisi pimpinan fraksi, ketua komisi hingga wakil ketua MPR harus orang yang betul mempresentasikan Golkar bersih. Menurut saya itu jauh api dari panggang soal itu," bebernya.(yn)

tag: #icw  #partai-golkar  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Bamsoet: New Normal Harus Bisa Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19

Oleh Sahlan Ake
pada hari Minggu, 31 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan ada dua konsekuensi dari penerapan new normal. Pertama adalah pemulihan kehidupan berkelanjutan yang harus menjadi target ...
Berita

Terdampak COVID-19, OJK Pastikan Stabilitas Sistem Keuangan Terjaga

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperhatikan dampak COVID-19 yang relatif mulai memberikan tekanan terhadap sektor jasa keuangan, meski demikian kondisi stabilitas sistem ...