Berita
Oleh E. Sofyan pada hari Senin, 23 Jul 2018 - 15:17:16 WIB
Bagikan Berita ini :

Survei Median: 47,90% Masyarakat Ingin Presiden Baru pada 2019

50ilustrasi-kursi-ri-1.jpeg.jpeg
Ilustrasi (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Lembaga Media Nasional (Median) melakukan survei politik bertajuk 'Membaca Peta Kompetisi Jelang Pilpres 2019'.

Salah satu fokus survei tersebut, mempertanyakan kepada masyarakat Indonesia terkait peluang petahana Presiden Jokowi memimpin kembali pada 2019 mendatang.

"Hasilnya, mood publik (masyarakat Indonesia) dalam mempertahankan petahana (Jokowi) belum membaik," kata Direktur Riset Median Sudarto, saat menyampaikan hasil surveinya, di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (23/7/2018).

"Dari hasil survei kami, sebanyak 47,90% menginginkan Pak Jokowi untuk tidak memimpin kembali Indonesia di tahun 2019 nanti. Sebanyak 44,10% menginginkan Jokowi memimpin kembali. Dan sebanyak 8% tidak menjawab," jelas Sudarto.

Berdasarkan data di lapangan juga menunjukan jumlah masyarakat yang ingin mengganti Presiden Jokowi meningkat dibanding survei sebelumnya.

"Bulan April 2018 ada 46,40% yang menginginkan pemimpin baru, kemudian meningkat menjadi 47,90% pada Juli 2018," ujarnya.

Menurut Sudarto, hal tersebut dapat terjadi karena masyarakat ragu terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta itu untuk bisa menangani perekonomian yang saat ini semakin terpuruk.

"Publik kurang yakin kemampuan petahana dalam mengatasi masalah ekonomi Indonesia," tukasnya. (Alf)

tag: #pilpres-2019  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Putusan MK Soal Sisa Kuota Internet, Wakil Ketua Komisi I: Berikan Perlindungan Lebih Kuat Kepada Hak Konsumen

Oleh Fath
pada hari Minggu, 26 Jul 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan agar kuota internet yang sudah dibeli bisa dipakai ...
Berita

Pekerja Migran Indonesia Jadi Korban TPPO, Dijanjikan Kerja di Turki Berujung ke Libya

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Polda Metro Jaya mengungkap dugaan tindak pidana perdagangan orang atau TPPO dengan modus pemberangkatan calon pekerja migran Indonesia secara nonprocedural. Para korban ...