Berita

Hafisz Kritisi Sistem Investor Dalam Negeri

Oleh Mandra Pradipta pada hari Senin, 18 Mar 2019 - 13:38:38 WIB

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1552891118.jpg

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Achmad Hafisz Tohir. (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Biaya produksi yang dinilai masih tinggi, membuat para investor dalam negeri berlarian ke luar negeri. Walau regulasi sudah sangat baik disusun, ternyata implementasinya masih membutuhkan waktu dan pengalaman.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir menanggapi rilis Bank Dunia yang menempatkan Indonesia di peringkat 73 dunia dalam urusan kemudahan berinvestasi. 

Indonesia kalah dari negara-negara ASEAN lainnya dalam menarik investor.

"Negara-negara ASEAN kebanyakan mampu bersaing karena ongkos produksinya rendah. Regulasinya juga tidak berbelit, sehingga memurahkan biaya produksi. Untuk biaya buruh di Thailand, Vietnam, dan Filipina jauh lebih murah, sehingga jadi sasaran investor," kata Hafisz di Jakarta, Senin (18/3/2019).

"Sementara di Indonesia sendiri suhu politik sedang tinggi jelang Pemilu. Ini menjadikan para investor bersikap wait and see," tambahnya.

Diketahui dalam rilis Bank Dunia disebutkan, Singapura berada di urutan kedua dalam urusan kemudahan berinvestasi tahun 2019. Disusul Malaysia (15), Thailand (27), Brunei (54), dan Vietnam (59). 

Hafisz juga menambahkan catatan penting terkait iklim investasi di dalam negeri. Di antaranya tiket pesawat di Indonesia kalah bersaing dengan negara-negara ASEAN lainnya. 

"Belum lagi harga gas, listrik, dan telepon jauh lebih mahal daripada negara-negara tetangga," tutur politisi PAN itu. (Alf)

tag: #komisi-xi  #partai-amanat-nasional  
Advertisement

Bagikan Berita ini :

Aplikasi TeropongSenayan.com

Advertisement

JakOne Samsat

Advertisement