Oleh Sahlan_ake pada hari Senin, 30 Mar 2020 - 11:08:54 WIB
Bagikan Berita ini :

Lockdown Atau Tidak, DPR Minta Peran TNI-Polri Lebih Dioptimalkan

tscom_news_photo_1585541334.jpg
Bobby Adhityo Rizaldi anggota Komisi I DPR Fraksi Golkar (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Melihat lonjakan yang korban virus corona di Indonesia, yaitu 1.285 PDP dan 114 kematian kini mulai melebar ke wilayah lainnya. Hal ini disinyalir karena banyaknya warga yang mudik. Sejumlah pemerintah daerah akhirnya memutuskan untuk melakukan karantina wilayah atau lockdown.

Sementara itu, pemerintah melalui Kemenpolhukam sedang merancang peraturan pemerintah untuk menyikapi sejumlah kebijakan karantina yang telah diambil oleh sejumlah wilayah.

“Di situ akan diatur kapan sebuah daerah boleh melakukan pembatasan gerakan yang secara umum sering disebut lockdown, apa syaratnya, kemudian apa yang dilarang dilakukan dan bagaimana prosedurnya," kata Mahfud MD di Jakarta pada Jumat 27 Maret 2020.

Menyikapi hal itu Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi meminta apa pun kebijakan pemerintah dalam menangani penyebaran Covid 19 ini hendaknya diikuti dengan mengoptimalkan peran dari TNI dan POLRI.

“Peningkatan PDP pada setiap harinya ini membuktikan masih banyak masyarakat yang belum melakukan ‘physical distancing’ dan masih banyak yang keluar rumah,” kata Bobby dalam pesan singkatnya, Senin (30/3/2020).

Bobby berharap dengan dioptimalkannya peran TNI-dan Polri dapat membuat masyarakat lebih sadar, karena di sini ada sosialisasi pembatasan mobilisasi dengan keberadaan fisik dari aparat tersebut.

Selain itu, TNI dan Polri telah terbukti bisa mengorganisir dirinya dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan belum adanya TNI-Polri yang aktif di gugus depan terpapar Covid 19.

"Kehadiran TNI-Polri merupakan bentuk ketegasan pemerintah dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid 19, seperti membubarkan kerumunan massa di daerah potensi sumber pandemi (zona merah), menjaga lokasi pasar, fasilitas kesehatan dan pembatasan akses mobilisasi serta menegakkan ‘physical distancing’,” pungkasnya.

tag: #corona  #virus-corona  #lockdown  #tnipolri  #partai-golkar  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Berita

Amien Rais : Istilah New Normal Itu Sesungguhnya Menyesatkan

Oleh Givary Apriman
pada hari Monday, 25 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais menyoroti penggunaan istilah ‘new normal’ di Indonesia yang akan dilaksanakan sebagai langkah awal usai pandemi corona ...
Berita

PSI Minta Jokowi Rombak Para Menteri, Pengamat: Partai Pendukung Mulai Tak Puas

JAKARTA (TEROPONGSENAYA) --Pengamat Ilmu pemerintahan Gde Siriana menilai hal yang wajar adanya permintaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) agar Presiden Joko Widodo melakukan ...