Oleh Sahlan Ake pada hari Minggu, 18 Okt 2020 - 00:04:10 WIB
Bagikan Berita ini :

Ini Dia Isi Obrolan Bamsoet dengan Mantan Wakapolri Nanan Soekarna

tscom_news_photo_1602954250.jpg
Bamsoet dengan Mantan Wakapolri Nana Soekarna (Sumber foto : Dokumen)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) periode 2011-2013, Komjen Pol (purn) Nanan Soekarna mengupas dinamika dan tantangan membangun Polri menjadi lebih profesional, modern, dan terpercaya di Poscast Ngompol YouTube Bamsoet Channel.

Alumni terbaik Akademi Kepolisian 1978 dan peraih Adhi Makayasa ini menjabarkan tugas dan peran kepolisian sebagaimana termuat dalam UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian, yang secara garis besarnya terdiri dari, perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat; menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat; penegakan hukum; dan penjaga kedamaian.

"Gelombang reformasi yang mendera Indonesia pada 1998, turut membawa TNI dan Polri yang tadinya berada dalam satu kesatuan, terpisah menjadi dua bagian yang berdiri sendiri-sendiri serta masing-masing pimpinannya (Panglima TNI dan Kapolri) bertanggung jawab langsung kepada presiden," ujar Bamsoet di studio Podcast Ngompol (Ngomong Politik) YouTube Bamsoet Channel bersama Nanan Soekarna, di Jakarta, Sabtu (17/10/20).

"Landasan konstitusional pemisahan Polri dari TNI secara de jure dikukuhkan melalui TAP MPR No.VI/MPR/2000 tentang pemisahan TNI dengan Polri, serta TAP MPR No. VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan peran Polri," tambahnya.

Mantan Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, berdasarkan kedua TAP MPR tersebut, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kemudian merealisasikan pemisahan TNI dengan Polri melalui Keputusan Presiden No.89 Tahun 2000 tentang Kedudukan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Barulah pada tahun 2002, pemerintah bersama parlemen mengesakan UU No. 2/2002 tentang Polri dan UU No.3/2002 tentang Pertahanan Negara. Sementara UU tentang TNI baru disahkan pada tahun 2004 melalui UU No. 34/2004.

"Kembali bertanggungjawab langsung kepada presiden, sebagaimana pernah terjadi di era 1946-1959, membuat kedudukan Polri kembali kuat. Namun demikian, bukan berarti semuanya berjalan mulus. Polri justru dihadapkan dengan berbagai persoalan, seperti mentalitas tak terpuji dari personil, hingga belum terpenuhinya rasa keadilan masyarakat. Namun demikian, Polri mampu mengatasi berbagai permasalahan tersebut melalui berbagai aksi kerja nyata," kata Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menuturkan, pengakuan dunia internasional terhadap Polri terlihat pada laporan Global Law and Order Survey yang diselenggarakan The Gallup Organization tahun 2018, yang menempatkan Indonesia sebagai negara teraman ke-9 di dunia. Sebanyak 69 persen dari 148.000 responden di 142 negara percaya bahwa Polri mampu menjaga keamanan Indonesia.

"Bukan berarti Polri bisa berpuas diri. Segudang persoalan pekerjaan rumah masih perlu diselesaikan. Terlebih sebentar lagi kita akan menghadapi Pilkada Serentak 2020. Polri harus bisa turut berperan menjaga keutuhan bangsa dari perpecahan akibat Pilkada," urai Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini sepakat dengan Nanan, personil Polri ke depan harus mengedepankan pendekatan humanisme. Sudah bukan masanya Polri mengutamakan kekuatan senjata dalam menjaga keamanan, ketertiban serta mengayomi masyarakat.

"Dengan mengedepankan sisi humanisme, Polri akan semakin dekat dengan masyarakat. Polri juga harus berdiri di semua golongan. Tidak boleh memihak sekelompok orang saja. Saya yakin Polri kepercayaan masyarakat terhadap Polri akan terus meningkat," pungkas Bamsoet.

Seperti apa keseruan obrolan Bamsoet bersama Nanan Soekarna? Mengapa Polri selalu disalahkan saat meredam demo yang anarkis? Semua bisa disaksikan selengkapnya di Podcast Ngobras sampai Ngompol di akun Youtube Bamsoet Channel.

tag: #bamsoet  #mpr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Lainnya
Berita

Ditemukan Varian Baru Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Diminta Ditunda

Oleh Sahlan Ake
pada hari Minggu, 20 Jun 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Niatan untuk menggelar kembali pembelajaran secara tatap muka di sekolah diapresiasi oleh Wakil Ketua MPR Dr. H. Jazilul Fawaid.  “Meski kapasitas siswa yang ...
Berita

Kasus Positif di Yogya Semakin Serius, Ribuan Orang Dilarang Masuk Kawasan Wisata Bantul

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Ribuan wisatawan yang berniat berkunjung ke Bantul harus kecewa karena dipaksa putar balik oleh tim gabungan antara Satpol PP dengan Dinas Perhubungan TNI dan Polri yang ...