Opini

Manajemen Energi Nasional yang Memberi Kemakmuran (2)

Oleh Shalahuddin Hasan (Pengamat Energi) pada hari Kamis, 14 Feb 2019 - 10:22:11 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1550114531.jpg

Ilustrasi panel energi surya (Sumber foto : ist)

Lima sampai sepuluh tahun lagi kebutuhan BMM nasional dapat menimbulkan krisis energi dan gangguan ekononomi apabila kita tetap bergantung cukup besar pada sumber energi BBM.Kita harus keluar dari ketergantungan minyak bumi ini dan memamfaatkannya untuk peningkatan ekonomi rakyat sebelum menjadi kutukan ekonomi. Sekarang sudah saatnya manajemen energi nasional melihat energi terbarukan sebagai hal yang penting dan utama perannya, bukan hanya BBM saja yang penting.

BBM tidak tergantikan tapi harus diminimalkan perannya, terutama pada industri listrik yang masih banyak menggunakan BBM diesel di daerah-daerah yang biayanya tinggi walaupun secara kapasitas terpasang kecil. Ada 6 energi terbarukan yang sudah proven dan perlu diperhatikan lebih serius dan ditingkatkan perannya oleh pemerintah yang tidak hanya untuk konsumsi media saja tapi terutama untuk manfaat ekonomi dan kesejahteraan rakyat, yaitu energi matahari, air, geothermal, biodiesel, biomass dan angin.

Industri Energi
Tahun 2005 pemerintah menggembar-gemborkan tanaman biji jarak sebagai sumber energi alternatif pengganti diesel, yaitu bioedesel. Biji jarak ini diklaim mampu menghasilkan minyak diesel dengan kualitas tidak kalah dengan biji sawit. Kampanyenya sukses dan banyak petani menanam biji jarak ini. Ribuan hektare berhasil ditanam, khususnya di daerah nusa tenggara. Lima tahun kemudian saat semuanya siap dipanen, tidak ada pabrik yang bisa menyerap hasil panen biji jarak petani ini. Alhasil petani mengalami kerugian yang sangat besar, dalam penanaman, pengelolaan dan akhirnya harus menebangnya dan mengganti dengan tanaman lain yang bisa menghasilkan pendapatan yang kontinyu.

Seharusnya pemanfaatan biji jarak bisa untuk meningkatkan penggunaan biodisel, untuk mengggantikan diesel dari bahan bakar fossil. Peningkatan pemakaian biodisel dari biji jarak dapat mencegah terganggunya sistem supply dan demand dari minyak sawit yang sudah established dan tetap menjadi sumber devisa yang besar.

Tahun 2018 Menteri ESDM mengklaim bahwa ratio elektrifikasi nasional, yaitu jumlah rumah tangga yang mendapatkan listrik, hampir mencapai 100 %, jauh meningkat dari periode sebelumnya.Peningkatan ini terutama dari kontribusi rumah tangga warga di wilayah Indonesia bagian timur yang terlistriki. Dari situs ESDM disebutkan bahwa peningkatan ratio elektifikasi di Indonesai bagian timut terutama dari pemanfaatan panel surya skala rumah (Solar Home System/SHS) dan beberapa berupa PLTS terpusat serta tiap warga mendapatkan beberapa lampu hemat energi gratis.

Syukur Alhamdulillah warga terpencil dan perbatasan mendapatkan manfaat pembangunan ini secara merata khususnya di bidang kellistrikan. Program lampu hemat energi ini bersama pemasangan SHS dan PLTS terpusat merupakan program rutin tiap tahun dari kementrian ESDM, suatu program yang baik untuk pemerataan pembangunan.

Tapi ada hal yang krusial dan menghawatirkan dari program ini. Panel SHS dan PLTS ini memiliki unit batere (accu) penyimpan listrik dari cahaya matahari yang akan dipakai di malam hari. Usia pakai batere ini tidak lama, setelah 2 tahun perlu diganti, bahkan kalo perawatannya buruk 1 tahun sudah rusak. Bagi warga di pedalaman agak sulit merawat accu ini, dimana harus ke kota yang jauh untuk mengganti spare part atau merawatnya, dan ada kalanya spare partnya sulit dicari dan mahal, sehingga beberapa SHS dan ada PLTS yang tidak kontinyu operasinya.

Program SHS dan PLTS ini cukup besar aggaran tiap tahun, sayangnya kemanfaatan ekonominya lebih banyak didapatkan oleh produsen solar cell dari luar utamanya dari China yang lebih murah produk dibandingkan dengan dari Eropa. (*)

Disclaimer : Kanal opini adalah media warga. Setiap opini di kanal ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

tag: #bbm  

Bagikan Berita ini :